LOST STARS [CHAPTER 4]

LOST STARS

CHAPTER 4

Copyright © 2015 mygppny

Alunan musik dengan beat yang cukup keras terdengar begitu jelas yang setiap hari nya menemani Taeyeon di klub malam ini, banyak orang-orang yang sengaja datang kemari hanya untuk bersenang senang ataupun melepaskan stres mereka dengan minum-minum . sebagai bartender yang sudah cukup ternama, Taeyeon sudah tak asing lagi dengan mereka dan kehidupan malam di kota Seoul, seperti malam ini.

“Taeng!” Taeyeon yang sedang melayani para pelanggannya pun menolehkan pandangannya pada seseorang yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.

“Yul? Woahh.. kau sudah kembali uh?” tanyanya tanpa menghentikan kegiatannya.

“Yeah.. Apa kabarmu ? Beri aku wine.. rasanya sudah lama aku tak kemari..” jawab Yul.

“Seperti yang kau lihat.. Bagaimana liburanmu dengan Hyebin?”tanya Taeyeon memberikan segelas wine pada Yuri.

“Sebenarnya….”

Yuri baru saja sampai dirumahnya, setelah seharian ia berkeliling kota. Ia meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menenangkan pikirannya dan yang terpenting… menenangkan hatinya… seberapa besar pun ia mencoba melupakan Jessica.. sampai saat ini, hatinya masih tetap memanggil manggil gadis itu.. ia belum bisa melupakannya hingga ia harus menghindari gadis itu setiap saat. Seperti hari ini, seharusnya ia menghadiri rapat mengenai kerjasamanya dengan Jessica, tapi ia memilih untuk menjadi pecundang dan meminta sahabatnya untuk menggantikannya.

“Yuri!” Seseorang memeluk Yuri dari belakang, Yuri yang tengah memasak sesuatu didapurnya mengalihkan pandangannya.

“Hyebin noona?” tanya Yuri heran. memang sudah tak asing bagi Hyebin keluar masuk apartemen Yuri, karena Yuri sudah memberitahu password apartemennya mengingat Yuri yang sering mabuk dan selalu melibatkan Hyebin untuk mengantar Yuri pulang kerumahnya.

Hyebin menunjukkan dua tiket pesawat padanya.

“Aku sudah membeli tiket untuk kita berdua ke Jeju.” Ungkap Hyebin.

“Ta..”

“Tidak ada tapi, aku memaksamu! Yuri-ah.. aku lelah melihatmu seperti ini, aku pikir kau perlu waktu untuk… berlibur? Tenang saja aku sudah menyuruh Minhyuk mengatur semua urusanmu dikantor.”

 

 

Yuri dan Hyebin sedang duduk diatas pasir memandangi matahari yang sebentar lagi akan tenggelam menjemput malam. Sudah cukup lama keduanya terdiam, hanya terdengar suara ombak dan angin yang menyapu kulit mereka.

“Yuri….” Hyebin membuka pembicaraan, menatap Yuri yang sedang menatap ombak yang rasanya seperti tidak lelah.

“Hmm?” Yuri mengalihkan pandangannya pada Hyebin.

Keduanya berpandangan cukup lama, tanpa mereka sadari kini jarak keduanya cukup dekat hingga akhirnya bibir mereka bertemu. Yuri yang menyadari itu langsung menarik diri.

“M-maafkan aku noona…”  Ucap Yuri.

“G-gwenchana….” Jawab Hyebin.

“Ani… M-maafkan aku… maaf karena aku tak bisa membalas perasaanmu…”

Hyebin menatap Yuri dengan terkejut.

“A-apa maksudmu?”

“Aku tau.. kau menyukaiku…”

“Apa? Kau bercanda…” jawab Hyebin remeh, meskipun sebenarnya hatinya kini remuk mendengar jawaban Yuri.

“Meskipun kau mengelak.. aku sudah tau semuanya noona..” Ucap Yuri yang kini menatap ombak kembali.

Hyebin sudah tak bisa menahan air matanya.

“Apa Taeyeon yang memberi tahumu?” Hyebin menatap Yuri dengan berlinang air mata.

“Ani… semua ini.. tak ada hubungannya dengan Taeyeon.. kau yang memberitahuku…”

“Apa?”

“Caramu menatapku tadi.. semuanya menggambarkan perasaanmu.. Noona, dan ciuman tadi… semuanya semakin terasa jelas..” Yuri menatap Hyebin.

“Maafkan aku.. tapi aku tak bisa membalas perasaanmu… sampai kapanpu noona.. aku sudah menganggapmu seperti noona-ku sendiri.. Aku menyayangimu sebagai noona-ku… maafkan aku..” lanjut Yuri.

“Wae?” Suara Hyebin bergetar karena tangisnya.

“Kenapa kau tak bisa? Apa semua ini karena Jessica? Apa kau masih belum bisa melupakannya? Yuri-ahh… dari awal, hubungan kalian sudah tak jelas.. aku tau itu.. karena aku selalu memperhatikan Jessica.. ia sama sekali tak menyayangimu.. kenapa kau begitu bodoh dan buta untuk melihatnya?  Wae Yuri? Apa yang Jessica punya sampai kau sep…” belum sempat Hyebin menyelesaikan ucapanya, Yuri memotong pembicaraannya..

“CUKUP!! BERHENTI MENCAMPURI KEHIDUPANKU NOONA!! KAU TAK PERNAH TAHU DAN TAK AKAN PERNAH MENGERTI!! AKU MEMANG BODOH BUTA DAN APAPUN ITU YANG KAU BILANG.. TAPI AKU MENCINTAINYA..!! SAMPAI KAPANPUN AKU MENCINTAINYA..!!” dengan itu Yuri meninggalkan Hyebin sendiri. Hyebin menghapus air matanya dengan kasar dan menatap kepergian Yuri.

“Lalu… bagaimana dengan Hyebin sekarang?” tanya Taeyeon setelah mendengar apa yang terjadi antara Yuri dengan Hyebin.

“Entahlah..aku belum bertemu dengannya sampai sekarang..” ungkap Yuri

“Jessica!” Jessica mendengar seseorang memanggil namanya, ia mengalihkan pandangannya.
“Tiffany??” tanya Jessica tak percaya.

Jessica berlari kearah Tiffany dan memeluk gadis itu, sudah lama sekali mereka tak bertemu..  Jessica dan Tiffany adalah sahabat baik saat mereka masih sekolah di Amerika, dan Tiffany adalah murid baru disekolah mereka dulu, dengan seiring berjalannya waktu, mereka berdua menjadi dekat dan bersahabat, mereka akan melakukan hal apapun bersama. Tetapi karena suatu hal, Jessica harus pergi ke Korea dan menetap saat itu.

“Kapan kau ke korea huh?” tanya Jessica membuka pembicaraan. Saat ini Jessica dan Tiffany tengah berada di cafe dekat dengan perusahaan Kwon.

“Beberapa hari yang lalu, aku berpikir untuk menghubungi-mu tapi.. aku kehilangan kontakmu kau tau?”

“Ahh.. wae? Apa kau punya sahabat baru uh?”

“Ani.. aku kehilangan ponselku saat sampai dikorea..”

“Tapi.. apa yang kau lakukan dikorea uh? Aku pikir kau tak kan kemari.. menyusulku?”

“Ani.. aku ingin bertemu kekasihku..” jawab Tiffany menjulurkan lidahnya.

“kekasihmu? Sejak kapan kau memiliki kekasih? Kau tak memberi tahuku huh?”

“Eumm.. sebenarnya calon kekasih ku..” jawab Tiffany dengan eyesmile nya.

“Eiyy.. siapa ? siapa orang yang tidak beruntung itu huh?” goda Jessica.

“Ya!!..” Tiffany memanyunkan bibirnya sembari berpura pura ingin memukul jessica.

“Jadi siapa uh? Kau tak bilang, kalau kau punya ‘calon’ kekasih di Korea.. kupikir kita sahabat…” Jessica memanyunkan bibirnya dengan bercanda.

“Aigo.. Jessie, berhenti memanyunkan bibirmu, kau sama sekali tak lucu..” Tiffany memeletkan lidahnya, “Sebenarnya, ia adalah seseorang yang dulu pernah berjanji padaku.. jika aku kembali, ia akan menjadi kekasihku.. maka dari itu sekarang aku kembali untuk menagih janjinya..”

“Ahh.. Who is he? Nugu?” Jessica bertanya dengan antusian.

“He’s my..”

Belum sempat Tiffany menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba handphone Jessica berdering.

“Tunggu Tiff, Krystal menelponku..”
“Yoboseyo, aigoo.. okay okay.. aku pulang sekarang okay? See you!” Jessica kemudian mengakhiri sambungan telponnya.

“Maaf Tiff tapi, Krystal merindukanku, aku harus segera pulang sebelum ia menghancurkan rumahku..” Ucap Jessica sambil merapikan penamilannya, kemudian berpamitan.

“Okay, See you Jessie!”

Jessica melambaikan tangannya pada Tiffany sebelum menghilang keluar restoran.

“Donghae oppa?”
Setibanya Jessica dirumah, ia disambut senyuman Donghae yang ‘dulu’ selalu dirindukannya.

“Jessie Baby… Maafkan…”

 

“Untukmu..” seseorang tiba-tiba memberikan sebuket mawar pada Jessica, ia kemudian melihat orang itu yang kini sedang tersenyum padanya.

“Kau tahu? Hari ini satu bulan anniversary kita..” Ucapnya. Jessica masih melihat seseorang itu dengan tatapan datarnya yang sama sekali tak menunjukan ketertarikannya.

“Selamat monthsary Sicababy..” ia kembali memamerkan senyumanya.

“Mwo?” Jessica menatapnya bingung.

“Selamat monthsary?” tanyanya kembali.

“Ani.. Yul.. kau memanggilku apa tadi?”

“Ahh.. itu… itu hanya.. petname? Hehe… lupakan saja..” Ucap Yuri menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal.

“Ani… katakan sekali lagi!”

“Sicababy…?” meskipun Jessica kini memberikan Yuri tatapan datarnya, jauh didalam hatinya ia merasa ada sesuatu yang sama sekali tak ingin ia akui… sesuatu yang membuat hatinya berdegup lebih kencang dan merasa bagaikan ada ribuan kupu-kupu didalam perutnya. ‘Apa ini?’ tanyanya. ‘Tidak mungkin.. aku tidak mungkin menyu.. mencintainya?’ pikirnya dalam hati.

 

 

“Jessica? Jessica?”

Jessica tersadar dari lamunannya saat Donghae mengguncang tubuhnya dengan lembut beberapa kali.

“Ahh.. Oppa…”

-To Be Continue-

Hello Everyone this is Dey, pengin benerin wp.. atau pindah aja ya????

Yuri unfollow Sica di weibo.. haruskah gue berenti jadi YulSic shipper? LOL NO! gue masih YS Shipper \(^__^)/

Jadi siapa kah calon pacarnya Tiffany??????

See You!

 

Advertisements

12 thoughts on “LOST STARS [CHAPTER 4]

  1. aduhh aku udh pernh comment ga sihh sbelumnya ??
    Stelah baca aku mlah lbih penasan ama calonnya fany hhhe
    kirain yul unfollow sica di weibo itu cma hoax aja trnyata bener tp knpa bisa bgtu

  2. Sica jahat bgt sih, yul kurang apa coba, knp jg milih donghae, pst nyesel sica dputusin sm yul, fany mau ktm calon pacarnya? Penasaran siapa sih calon pcr fany…

  3. Aduuuuhhh jangannn si thor jgn berhenti gpp di kehidupan nyata mereka ky saling ga kenal, tp tolong di dunia epep jgn dibubarin atuh ga ada kisah yulsic lg dong ㅜㅜㅜㅜ sbnrnya empet bgt yaa thor liat kasus yulsic ㅜㅜㅜ lanjutin aja thor nanggung ih.

  4. Dh lama gx bca next chap’y, kyak’y mkin seru,, kak jgan pindah wp dong mending lnjut’y yg ne aja. Kak mnta pw lanjutan first kiss’y dong kak, soal’y yg kmaren gx bsa di download lwat hp.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s