Letting Go

Letting Go

Cast : Taeyeon, Tiffany, Yuri

Genre : Gender bender, romance

© 2015 mygppny

Taeyeon baru saja sampai di Seoul, ia sungguh kelelahan, tetapi ia lebih memilih untuk langsung menuju rumah Tiffany,  Taeyeon sangat ingin bertemu dengan Tiffany.. ia merindukan gadis bereyesmile tersebut, hanya saja kejadian pagi tadi……..

Sudah pukul sembilan malam, dan Taeyeon sudah benar benar lelah menunggu Tiffany hampir 5 jam, ia hanya menunggu didepan rumah Tiffany, sudah dari beberapa jam yang lalu ia berhenti memencet tombol bell rumah Tiffany, dan hanya menunggu gadis itu untuk muncul didepannya. Ia menyerah, hingga ia akhirnya lebih memulih untuk duduk sambil menunggu gadis bereyesmile itu. Tak berapa lama, saat ia hampir menuju mimpinya, ia mendengar suara langkah seseorang yang sudah sangat ia kenal, seseorang yang sedang ia tunggu, seseorang yang sangat ia rindukan, Tiffany.

“Taeyeon? Apa yang kau lakukan disini?” Terdengar tak percaya, Tiffany memandang laki-laki yang ada dihadapannya.

“Tiffany? Kau disini? Ahh.. bisakah kita bicara? Sebentar saja?” pinta Taeyeon, tanpa menghiraukan pertanyaan Tiffany sebelumnya.

“Aku lelah Taeyeon, bisa kita bicara nanti saja?” Tiffany bersiap untuk melangkah masuk menuju rumahnya tapi, sebelum ia sempat melangkahkan kakinya, seseorang terlebih dulu menahan tangan Tiffany agar tak beranjak.

“Aku mohon.. ini tak akan lama.. aku janji..”

“Jadi… apa yang ingin kau bicarakan Kim Taeyeon?” tanya Tiffany setelah mereka berdua kini berada di taman dekat rumah Tiffany.

Meskipun hati Taeyeon begitu sakit mendengar Tiffany memanggil nama lengkapnya, ia mencoba untuk memberikan gadis disampingnya ini senyuman.

“Aku sudah pindah ke Seoul..” ucap Taeyeon kemudian.

Hening, Tiffany tak merespon, bukan karena ia tak mau.. hanya saja ia tak tahu apa yang harus ia katakan saat ini..

“Dua minggu yang lalu… boss ku menanggapi permintaan pindahku kemari.. saat itu.. aku sungguh sangat bahagia… aku sudah memikirkan apa saja yang akan aku lakukan ketika aku kembali kesini Tiffany… kau tau itu apa?” Taeyeon tersenyum, ia menolehkan pandangannya pada Tiffany yang kini tak bergeming hanya menatap lurus.

Taeyeon berlutut didepan Tiffany yang sukses membuat gadis dihadapannya kembali pada kenyataan.

“Will you marry me.. Hwang Stephanie ?” Taeyeon menunjukan kotak beludru berwarna merah yang terdapat cincin didalamnya  pada Tiffany lalu membuka kotak itu.

“Aku tau.. mungkin semua ini salahku dari awal.. andai saja aku tak menerima tawaran untuk bekerja disana, mungkin saat ini kita sedang menghabiskan waktu berdua.. mungkin saat ini kita sedang bahagia, kita menonton film kesukaanmu bersama, atau bahkan mungkin sekarang kita sedang makan malam berdua.. hanya kita.. aku dan kau Tiffany… aku memang bodoh.. aku bahkan tak dapat memutar waktu kembali Tiffany…”
“Aku mohon Tiffany..” Taeyeon membisikan kata terakhir yang masih bisa Tiffany dengar dengan jelas, Taeyeon berusaha untuk menahan air matanya,mungkin orang akan mengatakan jika ia seorang pecundang karena menangis, tapi sungguh ia tak bisa hidup tanpa Tiffany membayangkan gadis itu tak bersamanya saja sudah membuat hatinya remuk, ia mencoba melawan air matanya yang terus mendesak keluar. Menunggu Tiffany yang tak memberikan jawabannya.

Tiffany menatap Taeyeon dengan bingung, terlalu banyak hal yang berkeliaran dipikirannya saat ini..

.

.

.

.

“Maafkan aku Taeyeon… aku sudah menemukan seseorang yang bisa membuatku nyaman akhir akhir ini.. maafkan aku.. tapi aku tak bisa… aku tak bisa menerimamu kembali… aku sudah terlalu mencintainya… sangat mencintainya..” Tiffany beranjak dari duduknya, melangkah meninggalkan Taeyeon.

“KENAPA TIFFANY? KENAPA?! KENAPA KAU BISA DENGAN MUDAH MELUPAKAN TENTANG KITA?! KATAKAN PADAKU TIFFANY!! KATAKAN!!” Taeyeon menangis dalam teriakannya pada Tiffany, berharap jika semua ini hanyalah mimpi buruk yang ia harap seseorang akan membangunkannya sekarang juga. Air matanya dengan bebas turun membasahi pipi Taeyeon yang terlihat tirus itu.

Tiffany tak menghiraukan Taeyeon, ia terus melangkah meninggalkan Taeyeon yang masih tak bergerak dalam posisinya.

Sudah satu bulan sejak hari dimana Tiffany menolak Taeyeon. Laki-laki itu tak menyerah, ia masih terus berusaha untuk mendekati Tiffany, walaupun Tiffany tak pernah sekalipun menganggapnya. Ia selalu berasumsi bahwa hidupnya kini sudah bahagia bersama Yuri.. sudah dengan jelas ia melupakan Taeyeon..

‘Kapan terakhir aku datang kemari?’ tanya Taeyeon pada dirinya sendiri sambil melangkahkan kakinya pada pintu sebuah rumah.

*knock*knock*

Taeyeon mengetuk pintu yang kini sudah ada dihadapannya.

“Taeyeon? Apa yang membawamu kemari ?” Seseorang membuka pintu dan terlihat tak percaya melihat kini Taeyeon ada dihadapannya.

“Bibi Hwang…. aku merindukanmu..” ungkap Taeyeon dengan senyuman dorknya.

Taeyeon yang kini sedang berada didepan rumah Mrs.Hwang, yang notabanenya adalah ibu dari gadis yang sangat Taeyeon cintai, kini memeluk Taeyeon dengan sayang.

“Bibi juga merindukanmu sayang.. apa kabarmu?”

“Aku? Aku baik-baik saja.. bagaimana dengan bibi? Aku membawakan ini untuk bibi..” Taeyeon memberikan buah-buahan yang ia beli sebelumnya.

“Aigoo.. terimakasih tae, tapi.. kau kesini tak mencari Stephanie kan?” tanya Mrs.Hwang curiga.

“Eumm.. bibi.. bisakah kita bicara didalam?” tanya Taeyeon menggaruk belakang kepalanya.

“Aigo.. maafkan bibi sayang, bibi terlalu senang melihatmu sekarang sampai lupa.. ayo masuk..” ajak Mrs.Hwang

“Tak apa bi.. wahh bibi sendirian? Dimana Leo hyung?” tanya Taeyeon ketika ia masuk kedalam rumah Mrs.Hwang.

“Dia di Vietnam sekarang, apa Stephanie tak memberitahumu kalau ia sudah menikah dua minggu yang lalu?”

“Ahh.. itu.. mungkin dia lupa..” Taeyeon tersenyum dork.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanya Mrs. Hwang

“Sebenarnya.. aku.. aku… aku ingin meminta re..”
“Aku sudah merestuimu Taeyeon…” jawab Mrs. Hwang memotong pernyataan Taeyeon.

“S-sungguh?” Tanya Taeyeon tak percaya.

“Aku akan menjadi ibu paling bahagia jika kau adalah menantuku..” Mrs.Hwang memberikan senyuman tulusnya pada Taeyeon.

“Bibi.. sungguh.. terimakasih… terimakasih.. terimakasih banyak..” Taeyeon memeluk Mrs.Hwang dengan semangat.

“Aigo.. Taeyeon-ahh.. i can’t breath kid..” ucap Mrs.Hwang

“Hehe.. maaf, Bibi.. kalau begitu aku akan pergi sekarang.. aku harus segera menyatakannya pada Tiffany..”

“Kau akan pergi sekarang?”

Taeyeon mengangguk.

“Aku pikir kau merindukanku…” Mrs.Hwang memanyunkan bibirnya dengan bercanda.

“Hehe.. aku akan datang kemari setiap hari bibi.. tenang saja..” jawab Taeyeon yang kini sudah bersiap untuk pergi.

“Araseo.. araseo.. ka! Hati hati ne?”

“Ne bibi hwang, sekali lagi.. terimakasih banyak..”

Ketika Taeyeon hendak pergi dari kediaman Mrs.Hwang, ia melihat seseorang yang sudah sangat jelas ia rindukan walaupun ia selalu mengikutinya setiap hari.

“Tiffany!” Taeyeon memanggilnya dengan senyuman yang tak lepas menghiasi bibirnya.

“Taeyeon? Apa yang kau..” Mrs.Hwang memotong ucapan Tiffany

“Dia meminta restuku..” ucapnya.

“Apa?!” Tanya Tiffany tak percaya.

“Yea.. Tiffany, Bibi Hwang benar.. aku meminta restunya.. jadi.. maukah kau..”

“Taeyeon! Stop! Aku sudah bilang padamu, aku tak bisa.. aku mencintai seseorang.. Aku mohon hentikan semua ini.. aku sudah bahagia dengan hidupku sekarang, Aku tak bisa menikah denganmu.. kau boleh pulang sekarang!” Ungkap Tiffany kemudian masuk tanpa menghiraukan Taeyeon ataupun Mrs.Hwang.

Taeyeon menahan air matanya yang kini kembali membendung matanya, untuk kesekian kalinya hatinya terluka dan ia merasa hatinya sudah tak berbentuk…

“Taeyeon…” Mrs.Hwang memanggilnya dengan perasaan khawatir.

Taeyeon menoleh dan memberikan senyumnya lalu kemudian ia melangkahkan kakinya menuju mobil yang kini terpakir didepan kediaman Mrs.Hwang.

Enam bulan kemudian

Taeyeon masih belum menyerah, ia masih terus mencoba untuk mendekati Tiffany, meskipun akhirnya hatinya harus terluka lagi dan lagi.. ia tak menyerah.. ia tak akan menyerah… sebelum Tiffany kembali padanya.

Kini Taeyeon sedang berada di depan kantor Seoul News, ia berencana untuk melamar Tiffany di kantornya.

“Taeyeon? Apa yang kau la.. ERGHH… Taeyeon.. Please… untuk kesekian kalinya.. aku mohoh… aku sudah bilang…. “

“No! Tiffany.. aku mohon.. untuk kali ini saja.. aku sangat mencintaimu Tiffany.. aku mohon.. beri aku kesempatan…”

“Babe.. what happen?”

Seseorang, dengan perawakan tinggi dan kulit kecoklatan menghampiri Tiffany yang kini menatap Taeyeon dengan marah, seketika pandangan Tiffany berubah lembut.

“Nothing babe.. ini… bukan apa-apa..” ucap Tiffany kemudian.

Taeyeon melihat adegan Tiffany dengan laki-laki yang kini sedang menggenggam tangan Tiffany dengan hati yang luka.. ia sudah benar benar tak sanggup lagi kali ini.. ia menundukkan kepalanya.

Taeyeon berlutut dihadapan Tiffany.

“Tiffany.. aku mohon..” ucapnya dengan lemah.

“Taeyeon, berdiri sekarang!”

Taeyeon menengadahkan kepalanya menatap Tiffany, kini pandangan Tiffany sedikit lembut padanya.

“Taeyeon.. aku sudah katakan padamu.. aku sudah memiliki seseorang yang sangat aku cintai sekarang.. aku sangat mencintainya… dan seseorang itu adalah ia.. Yuri.. orang yang selalu ada bersamaku… orang yang kehadirannya nyata bagiku.. aku sungguh sangat mencintainya.. maafkan aku.. aku tak bisa.. aku memilih untuk hidup bersamanya.. ini keputusanku.. Taeyeon.. aku mohon berhenti melakukan ini semua.. kau hanya akan melukai hatimu sendiri dengan seperti ini…” Jelas Tiffany.

Taeyeon menganggukan kepalanya.

“Baiklah.. Tiffany.. aku mengerti… aku harap kau bahagia dengannya..”
“Jika kau menginginkanku untuk berhenti.. baiklah.. aku akan melakukannya.. ini adalah ketiga kalinya aku memintamu.. dan akan aku pastikan juga Tiffany.. tak akan ada ke empat kalinya aku mengatakannya.. I let you go Tiffany.. Berbahagialah… Aku harap ia akan menjagamu dengan baik.. mencintaimu lebih dari aku mencintaimu… kurasa semuanya sudah jelas… Goodbye Tiffany..”

Taeyeon mengusap air matanya yang mengalir dengan bebas dipipinya kemudian pergi jauh meninggalkan Tiffany dan orang orang yang melihatnya dengan kasihan.

Hehehehellooo!!!!!!!!!!!!! Gimme the vitamin!!!! Hows it? Comment comment!!

Sebenernya gue uda bilangin sama si tante alay supaya balikan lagi sama Taeyeon,, ehh tapi ia malah keras kepala tuh.. kaga mau dibilangin…

Tenang aja.. karma is alive gaesss….

Gila albumnya Taeyeon lagunya keren semuaaaa!!!! Kaga kuaddd gueeee.. ;__; nulis ini sambil dengerin lagu gemini.. beuhh… (?)

See ya!

Advertisements

8 thoughts on “Letting Go

  1. ahhhh kasihan bgt tae udh 6 bulan mengejar tiffany tapi mpe sekarang gak berubah.. masa iya sih begitu muda nya hatinya berpaling ,, bukan karena hanya fanny meras kesepian aja selingkuh dengan Yul.. duhhh poor tae..Tae ma Aku aja ngapain ngincer org yang melukaimu… karma Butterfly

  2. Hahahahaha bener2 pengorbanan penyelasan sllu di akhir memang wkt itu sngat oenting apa lg td nya menyianyiakan org yg disyg setelah org itu pergi dgn org yg dicintai nya baru deh rasa penyesalan muncul.. sing sabar taetae ak slalu ada untuk mu ahahaahahahha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s