HEARTBREAK [CHAPTER 4]

Heartbreak

Chapter: 4

Author: dey(mygppny)

Cast: Kwon Yuri, Kim Taeyeon, Jung Jessica, Hwang Tiffany

Genre: angst, Genderbender

© 2015 mygppny

“Kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Ada masalah ?” Tanya Ye Seul pada Taeyeon yang kini sedang duduk di kursi pelanggan kafe.

Taeyeon yang sedang sibuk dalam pikirannya sendiri itu pun kini menoleh.

“Ah.. noona.. itu.. aku..tidak ada apa apa..” jawabnya.

“Kau ini tak pandai berbohong Taeyeon-ah. Baiklah, kalau kau butuh seseorang.. aku siap mendengarkan.. oke ?”

“Ne.. noona…” senyum Taeyeon meyakinkan Ye Seul.

“Ahh.. apa kau masih ingin disini ? Aku sebenarnya akan menutup kafe sebentar lagi..”

“T-tidak… paman sudah menungguku dirumah… aku pikir aku akan pergi sekarang.. ahh apa hyung mengajakmu berkencan ? Kkeke” Goda Taeyeon.

“Kau itu tidak perlu tahu.. kalau begitu.. hati hati ya! Sampaikan salamku pada paman Kim..”

“Ne.. noona.. aku pergi sekarang.. terimakasih!” Taeyeon melangkahkan kakinya keluar dari kafe tempat ia bekerja. Seharian ini tak banyak pelanggan yang datang. Bahkan Tiffany juga tak datang untuk mengganggu ia seperti biasanya. Jujur saja dia merindukan gadis berisik itu.

*knock knock*

“Taeyeon?” Tanya Tiffany sesaat setelah ia membuka pintu.

“Hai! Tiffany..”

“Apa yang kau lakukan? Maksudku… i-ini sudah malam…”

“Ahh.. itu… a-aku hanya….” Taeyeon tak bisa melanjutkan perkataannya. Jujur saja ia datang hanya karena merindukan gadis bereyesmile itu.. mengingat Tiffany yang tak masuk sekolah tadi pagi.. membuat Taeyeon tak bisa berhenti memikirkannya.

“Kau merindukanku ya ?” Potong Tiffany dengan senyumnya.

“Apa ?! K-kau itu percaya diri sekali! A-aku hanya khawatir.. a-apa kau sudah baikan ?” Sangkal Taeyeon. Ya,pagi ini Tiffany tak masuk sekolah karena demam yang tiba-tiba. Sebenarnya Taeyeon berencana untuk merawat Tiffany saja daripada pergi ke sekolah.. tapi gadis itu malah mengusirnya dengan alasan sekolah itu harus menjadi prioritas. Walaupun awalnya Taeyeon tak setuju dengan Tiffany dan dengan keras kepala ingin mengurusnya.. tapi… siapa yang bisa menolak permintaan Tiffany menurutnya. Akhirnya dengan berat hati Taeyeon pergi.

“Masuklah dulu Taeyeon-ah..” pinta Tiffany, ia memang tinggal sendirian dirumahnya. Ayahnya yang memang sibuk mengurus perusahaannya kini menetap di Amerika. Sebenarnya Ayah Tiffany sudah membujuknya agar ikut pergi ke Amerika. Tapi gadis ini malah keras kepala ingin tinggal di korea dengan alasan sudah terbiasa walaupun sebenarnya alasan utamanya bukan itu.

Taeyeon kini duduk diruang tamu rumah Tiffany.

“Ppany-ah… apa kau sudah meminum obatmu ?” Tanya Taeyeon saat Tiffany duduk disampingnya. Gadis bereyesmile itu hanya menggelengkan kepalanya.

“Wae ? Lihat wajahmu… pucat sekali.. kau tau ? ‘Kau seperti mayat'” ucap Taeyeon membisikkan kata kata terakhir yang dibalas pukulan keras Tiffany.

“YA! Dasar menyebalkan! Aku ini tak minum obat karena aku tak suka obatnya…”

“Pasti karena dokter tak memberimu obat berwarna pink kan ?”

Tiffany menatap Taeyeon dengan muka memelas.

“Ayolah.. Ppany-ah.. minum obatmu ya?”

Tiffany hanya mnggelengkan kepalanya menjawab permintaan Taeyeon.

“Kalau kau minum obatnya… aku akan melakukan apapun yang kau mau.. ya ?”

“Sungguh?”

“Tentu saja.. apapun yang kau mau.. aku janji..”

“Baiklah kalau begitu… tapi kau sudah janji ya akan melakukan apapun?! Kau tau ? Janji itu adalah hutang! Jadi kau berhutang padaku!”

“Iya tuan putri.. sekarang minumlah obatmu…”

Tiffany pun menurut, ia meminum obatnya.

“Taeyeon…”

“Ya ?” Jawab Taeyeon yang kini mengusap kepala Tiffany yang bersandar dibahunya.

“Apa aku boleh meminta permintaanku sekarang…?” Tanya Tiffany.

“Tentu saja… apa itu ?”

“Aku ingin………….

Yuri langsung mengenakan jacketnya begitu ia menerima telpon dari Jessica. Sesaat setelah ia membuka pintu kamarnya.. lagi lagi para bodyguard menunggunya didepan kamar..

“Maaf tuan Yuri, tapi Tuan Kwon tidak mengijinkan anda untuk pergi kemana-mana…” ucap salah seorang bodyguard yang menghalangi Yuri.

“Aku hanya ingin menghirup udara segar!”

“Maaf tuan.. kami harus menjalankan perintah Tuan Kwon.” Ucapnya lagi kemudian memaksa Yuri masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.

Yuri mendesah frustasi.. Jessica dalam bahaya dan ia bahkan tak bisa melangkahkan satu langkah pun keluar dari kamarnya.

Flashback-

Setelah kejadian dikafe hari itu,seperti biasa keesokan harinya berita scandal pun mulai menyebar mengenai Yuri yang kedapatan berkencan dengan seorang gadis. Sampai-sampai berita itu menjadi headline dimana-mana. Yuri tak habis pikir,ia bukanlah seorang idol atau presiden tapi kenapa setiap hal yang dilakukannya selalu saja menjadi perbincangan publik. Apa orang orang tak tahu kalau sebenarnya Yuri juga manusia seperti mereka.. ia butuh kebebasan.. ia juga ingin menjadi manusia normal pada umumnya..

*plak*

“Sudah berapa kali aku peringatkanmu! Memalukan!!” Ucap Mr.Kwon setelah ia menampar yuri.
Yuri hanya terdiam tak bergeming

Setiap kali namanya ada di headline berita.. Yuri sudah siap untuk menerima setiap tamparan yang Ayahnya berikan.. ia sudah terbiasa dengan semua ini rasanya menangis pun tak ada gunanya..

“Kau ini membuat namaku buruk saja didepan publik!”
“Changmin! Sehun! Urus anak ini! Jangan sampai ia pergi dengan gadis itu lagi… tsk.. memalukan saja..” setelah itu Mr.Kwon pun pergi meninggalkan Yuri yang kini hanya terdiam. Changmin menatap iba pada majikannya itu… ia baru saja akan membawa Yuri tapi laki-laki itu menghempaskan tangan Changmin yang sedang mencoba mengangkat tubuh Yuri yang kini sedang terduduk berlutut.

“Lepaskan aku! Aku bisa mengurus diriku sendiri…” ucapnya dingin kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar yang selalu ia tempati.. tak lupa ia juga membantingkan pintu kamarnya dengan keras, membuat beberapa bodyguardnya itu terlonjak kaget…

Flashback end-

Yuri terus berlari walaupun hujan deras membasahi tubuhnya, setelah ia berhasil kabur lewat jendela kamarnya tadi.. ia langsung oergi menuju kerumah Jessica.

Tanpa pikir panjang, ia langsung masuk ke kediaman Jessica dan keluarganya.. ia langsung memeluk Jessica yang kini sedamg menangis diruang tamu dengan memeluk lututnya.

“Sica-ah.. kau baik baik saja ? Aku disini… aku disini…” ucap Yuri menenangkan dan mengusap kepala Jessica. Hatinya berdebar sangat cepat.. ia benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada gadis ini…

“Y-yuri…. hiks hiks…”

“Hei… ada apa ?” Tanya Yuri.

“T-timun….. hiks.. hikss… s-seorang menaruh timun dikulkas… hiks hiks…”

Sungguh… mungkin kebanyakan orang akan marah dengan Jessica yang berlebihan.. jujur saja… demi seluruh bumi dan lautan… Jessica menelpon Yuri dengan menangis.. membuatnya harus kabur lewat jendela kamar yang hampir membuat Yuri patah tulang lalu hujan deras yang seolah-olah memberi isyarat dan membuat Yuri harus berlari dari rumahnya menuju rumah Jessica yang Tuhan tahu seberapa jauh rumah mereka.. hanya karena sebuah Ketimun…

Tapi bagi Yuri, ia malah tersenyum.. dalam pikirnya.. selama Jessica baik baik saja.. kalaupun ia harus berlari melewati gunung himalaya.. ia akan lakukan.. asalkan gadis yang ada didekapannya ini baik baik saja…

*flick*

Yuri menyentil dahi Jessica.

“Sica.. kau menelponku hanya karena seseorang menaruh timun dikulkas ?” Tanya Yuri dengan tatapan ‘apa-kau-bercanda’
Jessica hanya menganggukan kepalanya sembari menahan isakan tangisnya..

“A-aku lapar… t-tapi saat aku membuka kulkas… hiks hiks hiks…” Jessica tak bisa melanjutkan perkataannya karena ia kembali terisak.

“Kau sudah kenyang ?” Tanya Yuri saat Jessica menaruh sendoknya dipiring kosong.

Jessica mengangguk “Terimakasih… Yuri..” Ucapnya yang dibalas senyuman Yuri.

– 

Hah… akhirnya.. tuh udah dipanjangin updatenya..

Jangan lupa komen ya..

Makasih buat temen temen yang selalu komen di post-an gue.. insyaallah nanti gue bales satu satu kalo koneksi lancar lol..

See You!

Advertisements

15 thoughts on “HEARTBREAK [CHAPTER 4]

  1. itu permintaan nya fany kok di gantung wkwkkw pasti minta jd pcr nya. yaampun sica alay bgt, aku kira diapain sama appa nya yul, trnyata timun doang hhahaha. si yul nya jg maen nekat kabur aja

  2. Pany minta ap thor?
    Suka bgt sih thor di potong gtu..
    Demi apa sica, kmu gemesin bgt pengen gue cubit pakek tang deh. Ada” aja

  3. penasaran sama permintaan fanyahh…kira” apa yaaa??? hemmm
    yaelahh sica mahh ,gr” mentimun teriak gthu…
    kirainn diculikk..untng yul sabar banget ngadepin sicababynya…hahahha
    suka bnget lihat sica manja ma yuriii…jd rinduku ke yulsic terobati lewatt ff ini,,,
    ehhhh..sowry curhat dikit thor hahah

  4. Permintaan fany mnt tae tggl brg yak…

    Ampun deh sica..cuma gara2 ketimun ampe nlp yuri ampe nangis2 gt…dah gt yuri kbur dr rumah n ujan2…mnja bued ya sicababy…

  5. Apa yang akan diminta oleh Tiffany pada Taeyon y?
    Memang Sica bener” berlebihan hanya dengan ketimun bisa nangis begitu lama dan membuat Yuri kalang kabut.
    Makin penasaran kelanjutan ceritanya.
    Chayoo tuk next cepter nya Thour. 😀

  6. Anyeong ….
    Wah gw blm baca sblmnya nih ,..
    Yulsic tak d restui ya .. adeeuh ,kasian yul nya ini ..kkkee
    Jauh “ampe kek bgtu ..ckckck
    Tiffany pengen apa ?pngen gw peluk kali ya …wkwkw
    Dtunghu aja dah next nyah ,lbh panjang please ….yulsic nya bnyakin ..
    Dtunggu ..
    SEMANGAAAAAAAAT

  7. Timun ?
    Yuri khawatir sampe segitunya sama sica, cuma karna timun ?
    Sica berlebihan banget sih, efek timun memang luar biasa untuk sica.
    Tuh knapa MR kwon gk suka sama sica ?.
    Duh tae ngomong aja kali kalau kamu emang merindukan phany, gk usah malu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s