JUST FOR TONIGHT

Just For Tonight

 

Cast: Kwon Yuri, Jessica Jung, Im Yoona

Author: dey(mygppny)

Genderbender

Copyright mygppny 2016

 

 

 

 

 

 

 

 

“Yuri…”

 

Panggil seseorang menyadarkan Yuri dari lamunannya.

 

“Ah.. Yea ?”

 

“I miss you…” ucapnya.

 

Ia tersenyum, walaupun hatinya kini menangis..

 

“I miss you too…” ucapnya memeluk gadis yang kini sedang memanyunkan bibirnya dengan lucu. Keduanya kini terdiam di sofa apartementnya.

 

“Bagaimana harimu ? bagaimana Beijing?” tanya Yuri mengusap kepala gadisnya dengan sayang.

 

“Beijing? Masih Beijing.. Aku kesepian disana.. Aku merindukanmu.. kau jarang sekali menghubungiku..” jawab sang gadis cemberut.

 

“Hehe.. Maafkan aku… aku sangat sibuk akhir akhir ini.. “ jawab Yuri masih memeluk gadisnya.

“Kau sudah makan?”

Gadis itu menggelengkan kepalanya.

“Kau mau makan apa?” tanya Yuri.

“Sandwich ?” tanya gadisnya kembali.

“Hanya sandwich?”

Gadis itu mengangguk “Aku sedang merasa tidak untuk makan sekarang. Kau akan memasak?” tanyanya saat Yuri beranjak dari duduknya.

Yuri mengangguk, menghela nafasnya “Kekasihku harus makan.. aku tidak mau memiliki kekasih yang kurus seperti nenek nenek..” jawab Yuri menatap gadisnya tersenyum.

“Siapa yang kau bilang nenek nenek ?” tanyanya.

“Kau..” Jawab Yuri lalu berlari menuju dapur apartemennya.

“YAH!”

 

 

 

“Yuri-ah.. sungguh.. kenapa kau tak menyukai timun ?”

“Kenapa?” tanya Yuri kembali.

 

“Huh?” gadis itu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Hal yang ia lakukan ketika ia bingung.

 

“Kenapa kau menanyakannya?” tanya Yuri.

 

“Aku hanya penasaran saja, kau selalu membuatkanku sandwich tanpa timun…”

 

“Aku tidak menyukainya…karena dia juga tak menyukainya…” Ucap Yuri dalam hati.

“Yoona-ah.. Aku hanya tak menyukainya.. aku tak punya alasan mengapa…”  ucapnya dengan senyum yang tak bisa diartikan, apakah itu senyum terluka, lega atau kesedihan.

Yoona tersenyum menatap Yuri “Araseo… mulai saat ini.. apa yang kau suka akan menjadi kesukaanku juga dan yang kau tak suka.. akan menjadi musuhku..” jawab Yoona kemudian ia melanjutkan memakan sandwich yang sudah Yuri buatkan untuknya.

 

 

 

“Hei.. Apa yang sedang kau lakukan ?” tanya Yuri ketika ia memasuki kamarnya dengan Yoona.

Melihat yoona yang kebingungan menatap lemarinya, Yuri menghampiri gadis itu

“Aku hanya bingung, pakaian mana yang harus aku pakai?” tanya Yoona.

“Kau cantik memakai apapun…” jawab Yuri menggodanya. Ia duduk dikasur yang selalu ia tempati bersama Yoona.

“Yah! Aku serius!”
“Menurutmu, mana yang cocok aku pakai biru atau yang pink?” tanya Yoona menunjukkan pakaiannya pada Yuri.

“Pink?”

“Kenapa Pink?” tanya Yoona kembali.

“karena dia sangat menyukai warna pink…” jawab Yuri dalam hatinya.

 

Yuri berdiri dari duduknya, menghampiri Yoona dan memberinya pelukan dari belakang..

 

“Karena.. setiap wanita didunia ini akan terlihat cantik dengan warna pink..terutama kau Im Yoona” Bisik Yuri ditelinga Yoona, mencium wangi khas gadis itu dengan memejamkan matanya.

 

Yoona tersenyum dengan jawaban Yuri. Membalikkan badannya dan mencium bibir pria yang kini ada dihadapannya.

 

 

 

 

 

“Kau akan pergi lagi ?” tanya Yuri memeluk Yoona dari belakang.

 

“Hanya dua hari Yuri…” Yoona mengusap pipi Yuri tanpa membalikan badannya.

“Tapi kau baru saja pulang… kau bahkan tak istirahat dengan baik..” Yuri memanyunkan bibirnya.

 

“Maafkan aku.. setelah ini aku janji.. aku akan istirahat dengan baik.. oke?” Yoona menangkup pipi Yuri dengan sayang, memberikan ciuman singkat pada kekasihnya itu. “Aku pergi sekarang, oke? I love you” Ucapnya kemudian pergi dari hadapan Yuri.

 

 

 

“espresso…..” Ucapnya pada kasir.

 

Ia duduk disalah satu bangku di cafe itu setelah mendapatkan kopinya, ia terdiam cukup lama, memandangi jalanan Seoul lewat jendela cafe. Hari ini ia merasa untuk pergi kemana saja kakinya akan membawa ia pergi, tanpa tujuan.. hanya mengikuti nalurinya saja.. mengingat Yoona yang masih di Beijing untuk shooting drama kolosalnya.

 

Ia melangkahkan kakinya menuju halte bus, karena ia tak membawa mobilnya ia harus menaiki bus yang ia juga tak tahu akan pergi kemana… ia terduduk dihalte mengedarkan pandangannya pada kerumunan dan pemandangan kota yang ada dihadapannya… Yuri menghela nafasnya, beberapa bulan terakhir, ia merasa seperti bukan dirinya. Senyum… sungguh beberapa bulan terakhir sangat sulit untuknya tersenyum… setelah apa yang sudah terjadi padanya…

 

Lamunannya terhenti ketika ia merasakan seseorang menepuk pundaknya, ia menolehkan pandangannya… dengan terkejut, ia menatap seseorang yang menepuk pundaknya…

 

 

 

Ia kembali terdiam dicafe yang baru beberapa saat ia kunjungi, matanya tak beralih memperhatikan seseorang yang kini ada dihadapannya, terasa seperti mimpi… ia sungguh sangat ingin memeluk seseorang itu kini.. tapi ia menahan dirinya…

 

“Apa kabarmu..?” ucap seseorang itu lalu menyesap Cappuccino miliknya.

 

“Bagaimana menurutmu? Apa aku terlihat baik-baik saja?” jawab Yuri dengan dingin.

 

“Yuri-ah… aku mohon..”

 

“Apa ? Melupakanmu? Tch.. apa kau benar-benar sudah melupakanku ? apa kau bahagia dengannya?” Yuri memotong ucapannya.
“Jawab aku Jessica! Apa kau benar-benar sudah melupakanku? Apa kau baik-baik saja tanpaku?!” Tanya Yuri dengan tegas.

Jessica, gadis itu kini menatap Yuri dengan sayu,menahan air matanya..  ia tak menyangka melihat Yuri yang sekarang, seperti tak tersentuh… pria itu begitu dingin.. dan semua ini karenanya..

 

“Maafkan aku…” Ucapnya kemudian setelah terdiam cukup lama.

 

“Apa permintaan maafmu akan mengubah semuanya Jessica? Mengubah takdir yang telah kau ubah ? Takdir yang seharusnya ‘Happy Ever After’ ?” tanya Yuri menatap Jessica dalam.

 

“Yuri-ah….”

 

“Kau tahu Jessica? Setiap kali aku bersamanya… aku selalu meyakinkan diriku jika aku sedang bersamamu…”
“Kau tau seberapa berengseknya aku, setiap saat aku tertidur dengannya yang ada dalam pikiranku itu dirimu Jessica… dirimu!”
“Apa kau juga tahu Jessica,,, aku membuatnya seolah ia adalah dirimu Jessica… aku memberinya apapun yang kau suka… dan ia akan tersenyum… aku menyuruhnya untuk membenci apa yang tak kau suka… semua… aku membuatnya menyerupai dirimu… agar aku tetap bisa melihatmu darinya… agar aku tetap mencintaimu lewat dirinya… agar aku….” Yuri tak dapat melanjutkan perkataannya ketika air mata yang sudah beberapa bulan ia pendam ini akhirnya keluar dari matanya, ia menangis.. menangis didepan gadis pujaannya yang sayangnya lebih memilih laki-laki lain dibandingkan ia..

“Yuri-ah…” hanya itu yang Jessica ucapkan setelah mendengar pengakuan Yuri. Ia tak menyangka jika Yuri akan semenderita ini…

 

“Apa ia membuatmu bahagia Jessica?” tanya Yuri. Setelah keduanya terdiam cukup lama…. Jessica menatap Yuri tak mampu menjawab pertanyaannya.

 

“Apa ia membuatmu bahagia Jessica?” tanyanya lagi menatap lurus pada mata Jessica.

 

“Apa ia membuatmu meneriakkan namanya setiap kali kau melakukannya?”

 

“Apa ia lebih hebat darikku ?”

 

“Apa ia…”

 

“STOP! STOP IT YURI! JUST FUCKIN’ STOP IT!!!” Teriak Jessica membuat semua orang melihatnya, ia kemudian pergi meninggalkan Yuri tanpa menoleh pada pria yang kini hanya terdiam menatap kepergiannya.

 

 

 

Jessica menangis sendirian didalam apartemennya, setelah pertemuannya dengan Yuri tadi, ia kembali menangis, ia menyesali semua apa yang sudah ia lakukan.. menyakiti Yuri adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan dan sesalkan seumur hidupnya.. ia terus menangis sampai matanya sembab, air mata nya pun kini sudah tak lagi keluar… ia memegang hatinya yang terasa begitu sakit… ia ingin berteriak pada Yuri jika Yuri lah yang terbaik untuknya, jika Yuri lah yang selalu ia mimpikan disetiap tidurnya, jika ia juga membuat kekasihnya Tyler terlihat seperti Yuri, ia akan meminta Tyler melakukan hal apapun yang selalu Yuri lakukan padanya… Ia ingin mengatakan pada Yuri jika selama ini ia juga tak bahagia… Jika ia hanya ingin Yuri untuknya… bukan yang lain…

 

Flashback

 

“Sica-ah…” Panggil appa Jung.

 

“Ya Appa?”

 

“Besok, kau datanglah ke kantor, ada hal yang ingin appa sampaikan padamu..”

 

“Ne… Appa..”

 

 

 

“Jessica, my princess..” Ucap Appa Jung memeluk Jessica.

 

“Appa…. ada apa?” tanya Jessica langsung.

 

“Kau ini, kemarilah..” Appa Jung meminta Jessica masuk keruangannya.

 

“Nah.. Jessica, perkenalkan.. ini Tyler, dan Tyler ini Jessica putriku yang selalu aku ceritakan padamu..”

 

“Ahh.. Tuan Jung, kau memang tak pernah bohong, kau memiliki putri yang sangat cantik…” ucap Tyler menatap Jessica. Jessica hanya tersenyum canggung menjabat tangan Tyler.

 

 

 

“Appa! Apa maksud appa mengenalkanku pada Tyler?!” tanya Jessica marah.

 

“Jessica tenanglah… appa hanya ingin kau mengenalnya..”

 

“Aku yakin appa punya maksud lain.. mengapa appa mengenalkanku padanya!”

 

“Araseo Jessica jika kau ingin tahu,… appa mengenalkanmu pada Tyler karena Appa ingin kalian berdua bisa menikah…”

 

“APA?! Tapi AP-“

“Tidak ada tapi… setidaknya ini yang aku minta dari anakku sendiri untuk terakhir kalinya…” Ucap Appa Jung tiba-tiba.

 

“Appa! Apa yang kau bicarakan… “

 

 

Flashback end-

 

Jessica kembali menangis, hatinya kembali menangis, selama ini ia sudah mencoba untuk hidup bahagia, ia mencoba untuk move on  dengan hidupnya yang baru

 

*Ting Tong Ting Tong*

 

Jessica terkesiap saat mendengar suara bell apartemennya berbunyi, siapa yang bertamu semalam ini ? pikirnya. Ia merapihkan dirinya sebelum beranjak membuka pintu apartemennya.

 

/Klik/

 

Sesaat ketika ia membuka pintu apartemennya, seseorang memeluknya, bau alkohol mulai menghinggapi indra penciumannya..

“Yuri-ahh.. kau mabuk?!” tanya Jessica tak percaya,

“Sica-ah…” Ucap Yuri dengan gaya mabuknya.

“Yuri-ah.. tunggu.. biar aku bawakan air hangat untukmu..” Ucap Jessica setelah menyeret Yuri ke sofa apartemennya,

“Sica-ahh…” Ucap Yuri, ia memeluk Jessica dari belakang, mencium wangi khas Jessica yang sangat memabukkan untuknya.

 

“Y-yuri-ah… apa yang kau lakukan?” tanya Jessica mencoba melepaskan tangan Yuri.

 

“Sica-ah… Jebal… Just for tonight…” Ucap Yuri..

 

“Let me be selfish… I want you all by myself…” lanjutnya kemudian mencium bibir Jessica dengan lembut sangat lembut yang selalu membuat Jessica hanyut dalam ciumannya.. Jessica menyerah…  setidaknya.. hanya untuk malam ini… biarkan Yuri menjadi miliknya dan ia menjadi milik Yuri….

 

 

 

END

 

Apa ini? Wkwkwk Sungguh lagi kangen Yulsic tapi kaga ada author yang apdet… akhirnya bikin beginian… ngenes sih… tapi kan realita lebih ngenes dari ini *eh…

 

 

See You!

 

Ini buat kalian yang lagi kangen yulsic aja *senyum pepsoden* hahaha

 

 

Eh rekomendasi dong ff yulsic yang gregeddd,,, aff atau ssf… puhleaseeee….

Advertisements

19 thoughts on “JUST FOR TONIGHT

  1. aduh malem” bikin gemes lu thor. ada tyler segala, pnts kok di awal yoona, trnyata sica nya terpaksa sama tyler gitu

  2. Aduh si laler lagi… Papa jung lagi ngpain nyodohin sica ama laler,apa dia g thu sica udah punya yul.. Kalo laler tersakiti sih bodo amat malah bagus tapi kalo yoong kasihan T^T

  3. aisshhh…. kesel da si laler…. genes gk d kenyataan d ff ngenes amat yulsic..
    blh request gk. ?
    ff yulsic genre yuri.. cerita na ttng yuri seorang polacur tp masih perawan.. trus jessica pelanggan kay raya yg ngambil keperawanan na… mereka menyembunyikan rasa cinta mereka masing2.. di krnakan jessica sudah punya suami… tp dia masih perawan jg…. klo bisa jngn one shoot. … hehehe
    nie dlu da film yg gue tonton… sprti ini cerita na

  4. Dari kemarin baca ff sedih mulu …. semenderita itukah yul , knapa sica ngelepas yul gitu aja ?, gk ada perjuangan !…..

    .kasian jga jdi yoong 😧😥

  5. miss yulsic toooo 😦
    hadeeeww selalu yaa si laler yg ngeganggu,duuh kasian yoona klo gini critanya.
    si laler mah biarin aj,slah sendiri msuk d kehidupan yulsic.
    yulsic jadi sama2 mnderita

  6. Huaaaaa gw kangen bnget sma yulsic…. hiks hiks
    Duuh mlah ffnya bkin galau.. tpi npa di skip wkakakakakakakakaaa

  7. gantung yahh,sequel thorr 😀 skrang ff yulsic sad ending mulu :’v aduhh jess,lu salah milih kwon,harusnya yg lu pilih kwon yul bkn kwob tyler -_-

  8. Hufft kenapa si telor lagi si telor lagi. Cukup di dunia nyata aja si telor itu jadi penghalang yulsic, dan di dunia ff biar kwon seobang dan sicababy bahagia. Kasian kwon seobang, harus menderita juga di dunia ff. 😞

  9. Beberapa hari ini,entah ginio,q jg kangen banget ama yulsic,,,,tp ga berani liat video moment2 mereka,takut mewek… Mamaaaakkkkkkkkk!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s