JUST GO

Main Cast : Yuri , Jessica
Genre.: Romance angst (Yuri)

Inspired by iKON – Just Go
©2016 keepdreaming97

 

 

“Taeyeon?”

” Ya ?” Taeyeon mengangkat kepalan mengalihkan pandangannya dari sketch rumah yang sedang ia buat pada seseorang diujung pintu.

“Aku Yuri” 
“Oh. Yuri, kau yang menghubungiku kemarin ? Silahkan masuk” Ingat Taeyeon beranjak dari meja kerjanya, menmpersilahkan Yuri duduk di sofa ruang kerjanya.

“Yea…”
“Jadi, apa kau punya permintaan khusus untuk design rumahmu itu ?” Tanya Taeyeon.

“Ada, sebenarnya hari ini aku agak sibuk. Aku tak bisa berlama lama disini. Apa kau bisa menemuiku ditempat ini besok?” Yuri memberikan secarik kertas bertuliskan alamat.

“Oh… tentu saja” senyum Taeyeon.

 

 

“Jessica-ah…” ucap Yuri.

“Ne ? Dimana kau ? Aku merindukanmu…” ucap Jessica manja disebrang telpon.

“Aku masih dikantor, sebenarnya aku tak bisa pulang malam ini..” Yuri menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.

“Wae ?” Jawab Jessica dingin.

“Ada pekerjaan yang harus aku kerjakan baby…” bohong Yuri.

“Jinjja ?” Jessica menghela nafasnya, Yuri bisa merasakan jika gadis itu tengah kecewa disebrang telpon sana.

“Mianhe…” ucap Yuri.

“…”

“Sica ? Baby ?” Mendengar tak ada jawaban dari Jessica, Yuri tahu ini keterlaluan tapi ia harus melakukannya. ‘Ini yang terbaik’ pikirnya.

“Bagaimana kalau besok kita makan siang bersama ?” Tanya Yuri akhirnya.

“Jinjja ?!” Jessica sangat antusias saat Yuri mengajaknya. Meskipun hanya makan siang bersama, gadis itu sangat merindukan Yuri. Sudah berapa lama ia tak menghabiskan waktu bersama gadis hitam yang menyebalkan itu menurutnya.

“Tentu saja, direstoran biasa ya ? Aku akan menunggumu..”

“Okay. See you!”

“See you.”

*click*

Yuri menghela nafasnya panjang sesaaat setelah mematikan sambungan teleponnya bersama Jessica. Sebenarnya ia merasa bersalah pada Jessica, tapi ia harus melakukan ini. Ia sudah lelah dengan semuanya, ia lelah harus terus mnyembunyikn perasaannya. ‘Harusnya aku melakukan ini dari dulu…’ pikirnya. ‘Tapi…. apa aku bisa hidup tanpamu Sica?’ tanyanya. Ia juga tahu ini akan menyakitinya, tapi ia tak mau Jessica tersakiti lebih lama lagi. Ia tak mau melihat Jessica mabuk mabukan lagi. Ia tak mau mendengar Jessica mendesahkan nama Taeyeon lagi. Ia hanya ingin Jessica bahagia… bersama seseorang yang Jessica cintai tentunya… tapi itu bukan dirinya.. Jessica mencintai Taeyeon, ‘bukan kau Yuri’.

 


Yuri larut dalam pikirnya, hari telah berganti namun ia masih seperti sebelumnya. Ia masih duduk dikursi kerja nya dengan pakaian yang kemarin ia kenakan. Hari ini…. the day… hari ini adalah hari dimana Yuri akan melepaskan seseorang yang sangat ia cintai selama tiga tahun terakhir ini. Ia akan merelakan gadis itu dengan seseorang yang ia cintai. Selama tiga tahun ini… ia tahu jika Jessica tak pernah mencintainya, ia tak mau membuat Jessica terus menderita karena bersamanya, ia harus melepas Jessica untuk kebahagiannya. ‘Aku harap kau menemukan kebahagiaanmu Jessica’.


Pukul 11.30 siang, dan Yuri masih terduduk di kursi kerjanya tanpa merubah sedikitpun posisi duduknya. Ia masih sama persis seperti sebelumnya. Yuri meraih ponsel di meja kerja nya, menuliskan sesuatu untuk Jessica juga Taeyeon.

‘Sica, jangan lupa. Makan siang kita! Jangan terlambat atau aku akan marah :p’ Tulisnya pada Jessica.

‘Taeyeon, aku harap aku tak mengganggumu tapi, kau tidak lupa kan hari ini?’ Tulis yuri untuk Taeyeon.

Tak berapa lama, ponselnya pun kembali bergetar.

‘Aku sudah dijalan bodoh :p. Kita lihat apa kau bisa marah padaku ?’ Yuri tersenyum saat membaca balasan dari Jessica, ‘Kau benar. Aku tak bisa marah padamu… bahkan setiap kali kau menyebut nama Taeyeon didepanku… aku tak bisa marah…. aku memang terlalu mencintaimu Jessica, sampai aku takut jika aku marah kau akan pergi dariku.. tapi, tenang .. mulai saat ini…. aku sudah melepasmu Jessica. Kau harus bahagia’. tulis Yuri, kemudian ia kembali menghapusnya dan meletakkan ponselnya kembali tanpa membalas pesan Jessica. 

 


Ponsel Yuri terus berdering tanpa henti, tapi Yuri hanya menatap ponselnya tanpa niat untuk mengangkat teleponnya.
*BRAK*

“SETIDAKNYA ANGKAT PONSELMU KWON YURI!!” Murka Jessica mendobrak pintu ruangan kerja Yuri, membuat sekretaris Yuri melihat Yuri dan Jessica terkejut.

Yuri hanya terdiam, jujur saja sebenarnya Yuri tak menyangka jika  Jessica akan menghampirinya.

*Plak*

Jessica menampar Yuri, matanya basah karena menangis, marah, kecewa,sedih bercampur menjadi satu. ‘Apa yang sebenarnya Yuri pikirkan?’ Tanyanya dalam hati.

“APA YANG SEBENARNYA KAU PIKIRKAN YURI ?!” tanyanya marah.

“Jisoo. Kau boleh pergi dan terimakasih” ucap Yuri pada Jisoo sekretarisnya yang tengah menatap Yuri dengan tatapan bersalah karena tak berhasil menahan Jessica untuk tidak masuk ke ruangannya seperti yang sudah atasannya itu suruh.

Jessica memukul dada Yuri berkali-kali dengan kepalan tangannya. Tapi itu tak membuat Yuri kesakitan sama sekali gadis hitam didepan Jessica itu masih terdiam tak mengeluarkan sepatah kata pun membuat Jessica semakin marah padanya.

*plak* ia menamparnya lagi.

“DASAR BRENGSEK!” 

“AKU MEMBENCIMU!” “AKU SANGAT SANGAT MEMBENCIMU!” Ucap Jessica berulang kali sambil terus memukul dan menampar Yuri.

Jessica sudah menyerah, ia akhirnya memutuskan untuk pergi meningglkan Yuri tapi langkahnya terhenti ketika Yuri membuka mulutnya.

“Seharusnya kau lebih jujur pada dirimu sendiri Jessica.” Jessica menatap Yuri bingung.

“Aku tahu kau masih mencintainya kan ?” Yuri menatap lurus mata Jessica.

“Apa maksudmu Yuri ?” Jessica menghapus air matanya dengan kasar.

“Taeyeon.. kau masih mencintai Taeyeon kan ?”

“Tak apa Jessica, pergilah… aku bisa menerimanya. mungkin aku dan kau memang tak di takdirkan untuk bersama…” mata Yuri mulai berkaca kaca.

“Persetan Yuri!! Apa maksudmu sebenarnya ?!”

“Kau tahu… ini menyakitkan Sica… hatiku…. aku sudah tak bisa menerimanya lagi..”

“Setiap kali kau mabuk, kau akan terus memanggil Taeyeon, bahkan setiap kali kita melakukannya.. kau selalu mnyebut nama itu!! Sica sungguh.. aku tahu kau masih mencintainya… jadi, pergilah!”usir Yuri. Sungguh Jessica tak menyangka jika selama ini ia melakukan itu. 

“Aku sudah mencobanya, menganggap jika semua ini bukan apa apa… tapi tetap saja… ini menyakitkan Jessica…” yuri mulai menangis.

“Y-yuri.. a-ku……” jessica tak tahu harus berkata apa.

“Setiap kali aku menatap matamu… yang aku lihat hanya ada Taeyeon dimatamu… dan mungkin akan selalu Taeyeon. bukan aku.. Jessica..”

“Yul….”

“Jadi kumohon.. kejarlah kebahagiaanmu… pergilah Jessica.. sebelum aku berubah pikiran…”

“Y-yul…..”

“Jujurlah pada dirimu sendiri…”

“Pergilah! sebelum aku berubah pikiran dan membuatmu terus bersamaku selamanya!” Bentak yuri akhirnya.

“Kau masih mencintainya… kan ?”

“Ka-” 

“YURI!!!” Ucapan Yuri terpotong saat Jessica mmanggil namanya.

Yuri memalingkan wajahnya dari Jessica, membuat gadis itu menangkup wajah Yuri. Menatapnya… tatapan itu… tatapan itu persis seperti tatapan Jessica pada malam itu.. malam dimana Jessica mabuk dan terus memanggil Taeyeon… tatapan yang Yuri susah untuk menjelaskannya.. apakah itu tatapan cinta, sayang atau tatapan takut kehilangan…

“S-sica a-aku….”

Jessica membungkam bibir Yuri dengan bibir miliknya.menggerakan bibir miliknya dalam, Yuri pun mulai mengikuti permainan Jessica. Ciuman itu berlangsung cukup lama, sampai mereka berdua akhirnya membutuhkan oksigen.

“Yuri, maafkan aku jika selama ini aku menyakitimu…” ucap Jessica. Menyandarkan dahinya pada milik yuri.

“Tapi aku tak bisa pergi meninggalkanmu… karena itu, aku menunggumu berubah pikiran dan membuatku stuck bersamamu selamanya…” senyum Jessica.

“Maafkan aku Yuri, sungguh… maafkan aku… mungkin aku egois,tapi butuh waktu untuku melupakan Taeyeon.. karena itu… bantu aku melupakannya… karena aku juga tak ingin melupakanmu… aku ingin bersamamu Yuri… aku mencintaimu…”

“Sica.. aku…”

  
-To Be Continue-

 
Kira kira yuri nerima lagi ga ya ? Kalo gue jadi Yuri sih gue tolak 😂😂;)

Advertisements

22 thoughts on “JUST GO

  1. Sbber’a ksian ma yul,sica dismping’a phy hatinya msh ada tae…w salut ma yul,dia lbih mmilih ngelepas sica drinpda ngliat sica kya gtu…mang dah kwon pabo pling oke…untung ja sica ga jdi ma tae..mdah2n yul jawab ya…

  2. Break dlu aja yul..
    Istirahtkan hatimu yg penat..
    Hhehe..
    Sica mah gtu ..lama amat move on nya.
    Klu gw jd yuri sih..
    Jwabanya ga dlu ya..nunggu hatinya bener2 bebas dr mantan😁😆

  3. Gila gue baca ff di mana mana yuri Mulu yang di sakiti kampret. Mau itu awalnya yulti lah tiba tiba ga jadi Yulti malah taeny lah. Yang tadinya yulsic jadi taengsic lah apalagi ada yoongsic. Kapan yuri gue bahagia Elah. *kalo gue jadi yuri juga gue ga bakalan nerima sica lagi wkwkwkkw

  4. setuju ama yg lainnya. jgn diterima yul msih banyak tante2 nd cwek abg diluar sana, nanti klo udah puas mainnya bru blik lg ama sica. biar dirasain gimn skitnya digituin. sedih ngeliat yul dimna2 kesiksa mlu. aku reader bru authornim slam knal ye…

  5. Kesian cuman jadi pelarian sica aja, mending lepasin aja yul, masih banyak kok tante” antri dapet lu, sica nya serakah gak di ff di nyata juga #eh haha,
    kok endingnya kentang bener ><

  6. okayyy,, aku baru ketemu ne WP,,
    Just say hi…

    shrusnya yuri beruntung punya ssorg spt sica
    itu tandanya dia org yg gk gampang jatuh cinta dengan mudahnya..
    dan aku harap kau lah orang terakhir bagi sica… eitss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s