[YURI’S STORY] MY GIRLFRIEND

Cast : Yuri, Jessica

Genre : Romance (Yuri)
© 2016 keepdreaming97

 

 

“Yul!” Panggil Jessica melambaikan tangannya padaku tersenyum. Pagi ini kami hanya akan berjalan-jalan disekitar sungai Han, sudah hampir dua minggu aku tak menemuinya. Ia sibuk dengan comeback nya dan aku hanya sibuk dengan jadwalku seperti biasa. Melihatnya pagi ini membuat aku tak bisa berhenti tersenyum padanya. Aku menghampiri Jessica yang tak begitu jauh dengan keberadaanku sekarang, memeluknya dengan erat menyampaikan perasaanku jika aku sangat merindukannya dan ia pun membalas melingkarkan tangannya di pinggangku.kami terdiam dengan posisi itu cukup lama. Menghirup wangi jessica dihidungku. Ya Tuhan! Sungguh! Aku benar benar merindukan gadis ini. Aku menatap dalam mata Jessica. Tak peduli dengan beberapa orang yang ada disekitar kami, aku menciumnya lembut. Oh betapa aku merindukan bibir rasa strawberry miliknya ini. “I miss you” ucapnya setelah kami mengakhiri -ciuman tak menuntut kami-. Tuhan tahu seberapa besar aku merindukanmu. Aku hanya menatapnya,mengusap rambutnya yang kini menjadi blonde. “Kau mencat rambutmu -lagi ?” Terakhir kali aku melihatnya ia masih dengan rambut brown miliknya dan kini ? . Ia mengangguk mengiyakan pertanyaanku. “Apa aku terlihat aneh ?” Tanyanya. Aku tersenyum kembali mengusap rambutnya, menyematkan anak rambutnya pada telinga kiri Jessica. “Kau selalu terlihat cantik dengan apapun” balasku. Mungkin ini terdengar cheezy tapi aku mengatakannya dengan jujur. Bagiku ia selalu cantik dengan apapun. Ia tersenyum memukul dadaku pelan dengan telapak tangannya. “Sungguh Sica.” Ucapku meyakinkannya. “Kau tau ? Bahkan setiap kali aku menatapmu… kupu kupu dalam perutku terus berterbangan..rasanya semakin banyak saja.” “bohong!”ucapnya sambil menutup pipi nya yang kulihat mulai memerah itu. ‘Apa ia malu?’ Lucunya. “Apa kau tak percaya dengan seobang-mu ini ? Ohhh… ini menyakitkan…” aku memegang dadaku dengan ekspresi sakit yang dibuat-buat. Ia hanya tersenyum. Ahh… Sica-ahh aku harap hanya aku yang bisa melihat senyum itu. 

 

 

Kami berdua berjalan disekitar sungai Han dengan tangan kami yang saling menggenggam tak terpisahkan. Setelah cukup lama berjalan kami memutuskan untuk duduk di bangku taman sekitar dengan tangan kami yang masih saling menggenggam. “Aku harap kita bisa seperti ini setiap hari sampai selamanya…” ucapku tiba-tiba. Ia menatapku -lagi lagi dengan senyumnya itu. “Me too…” ia kembali mengalihkan pandangannya pada sungai menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku melingkarkan tanganku merangkulnya. Hening. Aku sangat menikmati saat saat seperti ini. Merasakan dirinya saat bersamaku. Walaupun tak banyak bicara, dengan adanya Jessica didekapanku membuatku nyaman dan bersyukur jika ia adalah kekasihku. 

Cukup lama kami terdiam dengan posisi ini, Jessica yang menyandar padaku dan aku yang merangkulnya dengan tangan kananku menggenggam tangannya. Tiba-tiba saja ia menghela nafasnya. “Kau baik baik saja ?” Aku bertanya masih dengan menggenggam tangannya. “Yea, aku harap aku baik-baik saja. “. “Huh?”  Aku menatapnya bingung. “Sungguh Yuri , apa kau tak lelah jika kita terus seperti ini ?” Tanyanya.”Maksudku, apa kau tak lelah jika kita harus terus Bertemu secara diam-diam. Bahkan untuk bertemu saja sulit sekali rasanya.” ia memanyunkan bibirnya, memeluk pinggangku dengan tangan kanannya. Tangan kiriku mengusap kepalanya. Jujur aku juga lelah dengan semua ini. “Aku harap ini akan segera berakhir…”. “Aku juga berharap seperti itu. semua akan indah pada waktunya Sica.” Aku mencium puncak kepala Jessica. Hanya beberapa tahun lagi dan kita bisa melakukan apapun bersama sama dengan bebas. 

Waktu berjalan tak terasa, senja sore mulai tiba. Kami masih dengan posisi yang sama, terdiam dan saling menikmati kehangatan tubuh kami masing masing. “Sica…”.

 “Hmm…”. 

“Sica-ahh…”

Ia memalingkan pandangannya padaku dengan tatapan ingin tahunya. 

“Sicaaaaa….”panggilku jahil.

“Sungguh Yuri.! Ada apa ?!” 

Aku hanya tersenyum padanya, menangkup pipinya dengan kedua tanganku menempelkan dahiku pada miliknya. “Tidak… aku hanya senang memanggil namamu..” aku tersenyum ia pun tersenyum. Tiba tiba saja ia mencium bibirku kilat. “Huh?”heranku. Ia tersenyum. “I Love you Yuri…”. “I love you too sica.. ” ciuman kamipun berlanjut seiring dengan terbenamnya matahari.

Kami berdua kini berada didepan mobil milik Jessica, tak terasa sudah pukul 10 malam. Menghabiskan satu hari bersamanya benar benar terasa seperti hanya sedetik. Jujur aku masih sangat merindukannya. Namun apa yang bisa kulakukan ? Aku dan Jessica sudah memiliki kesibukan masing – masing. Ia dengan album baru dan bisnisnya sedangkan aku dengan drama dan aktivitas grup bersama member yang lainnya membuat kami memilki batas untuk bertemu. Sedih memang, terkadang aku masih berharap jika Jessica masih bersama kami. Tapi semua ini sudah menjadi keputusannya. Siapa aku melarang Jessica untuk menggapai mimpinya yang selalu ia cita-citakan sejak dulu. nasi sudah menjadi bubur dan mungkin ini sudah ditakdirkan Tuhan jika kita memang harus terpisah, Jessica dengan mimpinya dan aku dengan mimpiku. Yang bisa kuambil dari kejadian dua tahun silam adalah kini kami lebih menghargai setiap pertemuan kami. 

“Yul!” Panggilan Jessica menyadarkanku dari lamunan tak begitu penting ini,karena bagiku saat ini yang terpenting adalah aku dan Jessica masih bisa bersama.

“Ne.. ?” Aku memeluk pinggangnya.

“Kau tak mendengarkanku ?” Aku hanya tersenyum bodoh padanya.

“Maaf…” ucapku dengan  menyeringai. 

“Dasar!” Ia memukul dadaku.

“Ada apa ?”

“Sebenarnya, minggu depan aku harus pergi ke hongkong.” Ia terlihat ragu saat mngucapkannya. Sudah kuduga. 

“Lagi ? Tapi Sica… minggu depan kan ulang tahunku…” aku memanyunkan bibirku. 

“Maaf Yuri, sungguh aku ingin menghabiskan waktu dengan mu. Tapi, kau tahu? Bisnisku…”

“Ya.. ya.. ya… bisnismu lebih penting. Aku mengerti Sica.” Aku memotong ucapannya. Jujur saja aku sangat kecewa. 

“Yuri… aku mohon… jangan seperti ini..”

“Terserah kau saja sica.. ” aku melepaskan tanganku yang melingkar dipinggangnya, mengubah posisiku menjadi disampingnya menatap langit langit yang tak berbintang ini. Tsk.

“Kau pergi bersamanya ?” Tanyaku.

Ia terdiam. Sungguh ini benar benar menyebalkan.

“Dan sekarang. Aku tidak tahu, mana yang lebih buruk. Aku tak bisa menghabiskan hari ulang tahunku bersamamu atau kau pergi ke Hongkong dengan Tyler.” 

“Yuri.. ini hanya bisnis. We’re nothing. ”

“Yea. Tentu saja. Hanya. Bisnis” ucapku penuh penekanan. Ia mendesah. 

“Yuri.. dan lagi, krystal mengajakku liburan natal bersamanya nanti.” Tsk. Aku terdiam. Jujur saja ini sangat mengecewakan.

“Tapi kita masih bisa menghabiskan malam tahun baru bersama.!” Ucapnya.

“Entahlah Sica. Sebaiknya kau pulang. Sudah malam.” Aku baru saja akan beranjak untuk membukakan pintu mobil miliknya saat tiba tiba ia menarik tubuhku mencium bibirku dengan lembut. Jessica mengalungkan tangannya dileherku dan aku melingkarkan tanganku di pinggangnya masih membalas ciumannya. Setelah ‘cukup lama’ bibir kami saling berpagutan dan aku membutuhkan oksigen, aku melepaskan ciuman kami mengambil nafas sedalam dalamnya. Jujur saja, Sica’s a good kisser. Ia tersenyum.

“Apa kau memaafkanku ?” Tanyanya. Aku tersenyum menangkup pipinya dengan tanganku. Baru saja kami akan memulai ciuman yang sempat terputus tadi tiba tiba saja handphoneku bergetar.

      Calling. . .

        Juran unnie.

Oh tidak dari semua waktu yang aku punya,kenapa juran unnie harus menelponku sekarang. Aku menatap layar ponselku baru saja aku akan mematikan ponselku tiba tiba saja Jessica merebutnya. Menatapku dengan tatapan seperti singa yang baru saja menemukan mangsanya atau tatapan ibu tiri yang memergoki anak tirinya berbohong atau… apapun itu. Yang jelas Jessica akan membunuhku sekarang. Tuhan. Tidak. Ku mohon. Selamatkan aku.

“Yuri……..”

“…”

“Kau marah padaku karena aku tidak bisa menghabiskan waktu bersamamu nanti dan lihat sekarang. Juran UNNIE-mu baru saja menelpon. Tsk. Bahkan kau tak pernah memanggilku UNNIE.

“S-sica…. k-kau tahu kan? Kau s-satu satunya kekasihku…” aku tersenyum padanya berharap ia akan berhenti dengan tatapan menakutkan itu. dan berdoa agar aku selamat dari hellSica kali ini.
                               END


Houwo apa yang terjadi terjadilah… *nyanyi sambil nongtonin yulsik* sabar yah sica. Yuri mah gitu sih.. genit sama semua tante… ada yang bening dikit langsung disikadddd… 

Advertisements

24 thoughts on “[YURI’S STORY] MY GIRLFRIEND

  1. Sica egois yah :D? Disaat dia pergi sama si om botak malah mohon” ke yuri sampe yuri maafin dia. Lah disaat yuri ditelpon sama juran hellsica malah keluar

  2. duh semoga apa yg di ff lu ini beneran deh, berharap bgt yulsic msh deket kyk dulu. pesona yul siapa yg bisa nolak, sampe tante” pada nempel smua kwkwk

  3. Nanggung tahu thor.. Wkek hidup tante-tantenya yuri.. Yuri mah kek ngoleksi tante2.. Gk ada takutny sama bininya yg kek pnyihit itu klo lg cemburu hhaaa

  4. hmm, apa kau yakin itu? yuri genit ama tante..
    wooo,, helllooooo sica uda cukup sexy dan yeahhh,,

    tapi kalo yuri suka ama yg tua,, yeaaahhh,, gk ada kesempatan donk aku nya??? hmmm…

    okeee,, aku suka ceritanya,,
    YulSic miss you<33333

  5. wih gw pikir ni cerita pjg.
    singkat berasa nanggung wkwk
    udah yul biarin sica sm tyler dlu kn ada tante jurang tuhh ,eh juran :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s