HEARTBREAK [CHAPTER 7]

Heartbreak 

Chapter: 7

Main Cast : Kwon Yuri, Kim Taeyeon, Jung Jessica, Tiffany Hwang

Genre: Angst, Genderbender.

Pagi ini Seoul High School begitu ricuh, bagaimana tidak sang idola disekolah mereka baru saja mengumumkan akan bertunangan tadi malam. Jessica berjalan dengan malas sepanjang koridor, jika bisa ia ingin setidaknya hari ini ia tidak bisa mendengar. Sungguh hari ini sekolah nya sangat riuh dan kacau hanya karena kabar kencan Yuri. Ia memanyunkan bibirnya mengingat Yuri, merasa menyesal sudah khawatir pada si Kwon Hitamnya, entahlah hatinya merasa kecewa mendengar kabar Yuri dan Yoona, ia tak tahu mengapa merasakan hal itu, apakah ia kecewa karena Yuri menuembunyikan hubungannya dengan Yoona darinya atau karena Yuri mengencani Yoona. 

“Aku mendengar dari kepala sekolah,  Yoona juga akan pindah sekolah disini” terdengar  ucapan seorang siswi pada teman-temannya.

“Sungguh ? Waahh sekolah kita akan semakin terkenal..” ucap siswi yang lainnya.

“Mereka sangat cocok… aku sangat iri, jika mereka menikah nanti akan seperti apa kira kira anaknya ?” Jessica mengepalkan tangannya, entah kenapa ia merasa emosi mendengar ucapan para siswi itu. 

‘Tsk. Sudah memikirkan anak saja. Bahkan mereka masih sekolah’ cibir Jessica pelan. Ia meneruskan langkahnya menuju ruang kelas. Membanting tasnya pada meja dengan keras yang mendapat tatapan aneh dari anak kelas lainnya. 


“Changmin. Kita harusnya lurus. Apa kau lupa jalan menuju sekolahku ?” Tanya Yuri bingung. Yuri sedang menuju sekolah, akhirnya setelah ia dikurung beberapa hari dirumah, ia bisa bebas juga dan tentunya bisa bertemu dengan Jessica.

“Ah.. itu tuan, sebenarnya Tuan Kwon menyuruh kita untuk menjemput Nona Yoona. ”

“Yoona?” Bingung Yuri.

“Iya Tuan,Nona Yoona kekasih tuan” Changmin melihat Yuri lewat kaca spion mobilnya.

“Jadi dia satu sekolah denganku ?”

“Tidak. Tuan Kwon yang menyuruhnya untuk pindah sekolah” changmin masih fokus pada jalannya sesaat ia langsung menuju apartement mewah yang dihuni Yoona. Terlihat Yoona yang sudah menunggu didepan lobby. 

Changmin turun dari mobil dan membukakan pintu belakang untuk Yoona. 

“Mari nona” senyum Changmin.

“Hai Yuri” sapa Yoona saat ia baru saja masuk ke mobil. Yuri tak menggubris Yoona,ia sibuk memainkan game di handphonenya.

“Ah Yuri. Mungkin ini terdengar mendadak, tapi kau tahu ? Ayahmu yang memintaku untuk ini semua” ucap Yoona merajuk pada pacaran settingan yang dibuat Tuan Kwon.

“Ya. Aku tahu. Tak perlu merasa bersalah” ucap Yuri yang masih sibuk dengan game nya.

Mereka sudah tiba di sekolah. Yuri baru saja akan beranjak keluar dari mobil tapi tangannya tertahan oleh Yoona. Ia menatap gadis itu.

“Maaf Yuri. Tapi bisakah kau bukakan pintu untukku ? Aku hanya ingin membuat ini terlihat natural” ucapnya.

Yuri tak membalas. Ia langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Yoona.

“Terimakasih” bisik Yoona pada Yuri yang terlihat orang orang seperti Yoona sedang mencium Yuri.

“OMO!! MEREKA SANGAT SERASI”

“AKU SANGAT IRI!”

“YOONA! KAU CANTIK SEKALI!” 

“YURI KAU JUGA SANGAT TAMPAN”

“MEREKA SEPERTI RAIN DAN KIM TAE HEE”

“OMO!”

Teriak beberapa siswa yang mengerubungi mereka. Yoona tersenyum dan mengaitkan tangannya pada Yuri. Yuri dengan angkuhnya berjalan tanpa menghiraukan orang orang yang terus mengerubungi mereka. 

“Bisakah kalian enyah dari hadapanku ?” Ucap Yuri dingin. Ia merasa risih jika harus diikuti terus seperti ini. Yuri tidak suka jika dirinya jadi bahan perhatian banyak orang. Seketika orang orang yang sebelumnya mengerubungi mereka pun kini menghilang dari hadapan Yuri dan Yoona. ‘Yuri effect’ Yoona menatap takjub Yuri aura laki laki itu memang luar biasa.

“Yuri, kau dikelas mana ?” Tanya Yoona. Ia melepaskan tangannya dari Yuri saat melihat sudah tak ada orang yang memperhatikan mereka. 

“A-1” ucap Yuri.

“Ahh.. jadi kita berada dikelas berbeda. Apa kau bisa antarkan aku menuju kelasku ?” 

Ia melirik jam ditangannya. Ia sudah terlambat sepuluh menit. Tapi ia juga tak tega jika harus membiarkan Yoona sendiri mencari kelasnya. 

“Kelas apa ?”

“A-3” jawab Yoona segan.

“Kajja” Yuri berjalan mendahului Yoona.

Jessica memperhatikan guru yang sedang mengajar tapi pikirannya entah kemana menerawang keluar. Sebenarnya ia sedang memikirkan Yuri. Apa si hitam Kwon itu tidak masuk sekolah lagi ? Tanyanya dalam hati. Untuk kesekian kalinya ia kembali menguap padahal ini masih pagi tapi ia sudah merasa ngantuk. Baru saja ia akan memejamkan matanya, terdengar seseorang mengetuk pintu kelas tapi ia tak menhghiraukannya.

“Ah Yuri,ayo duduk” ucap sang Guru. Mendengar nama Yuri membuatnya langsung terbangun, ia lantas melihat Yuri yang baru masuk kelas. Baru saja ia ingin menyapa tapi tiba tiba saja ia memasang wajah dinginnya pada Yuri saat ia ingat jika Yuri selama beberapa hari ini tak mengabarinya. Ia lantas kembali tertidur. Tak mood melakukan apa apa. Yuri menatap Jessica aneh. Gadis ini padahal masih pagi tapi ia sudah mengantuk lagi  pikirnya.


Bel sekolah pun berbunyi menandakan jika waktu istirahat sudah tiba. Tiffany sudah pergi kesekolah tapi ia menghindari Taeyeon sedari tadi. Ia berjalan dengan menunduk menuju kantin seharian tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya.

“Tiffany!”

“Taeyeon!”

Tiffany membalikkan badannya dan melihat Taeyeon yang kini sedang menunggu seorang gadis yang Tiffany yakin tadi memanggil Taeyeon. Ia memperhatikan Taeyeon dan gadis itu, terlihat akrab. ‘Sejak kapan Taeyeon memiliki teman perempuan selain dirinua disekolah ini?’ Ia segera tak menghiraukan pikirannya dan juga Taeyeon kemudian melanjutkan langkahnya menuju kantin sendirian.

“Taeyeon!” Taeyeon membalikkan badannya mendengar seseorang memanggil namanya.

“Kita bertemu lagi ?” Tanya gadis itu.

“Oh. Jessica ? Sedang apa kau disini ?” Tanya Taeyeon.

“Aku ingin pergi kekantin” ucap Jessica seketika Taeyeon ingat Tiffany, ia menatap ke temoat dimana tadi Tiffany berada tapi gadis itu sudah hilang. ‘Kenapa kau selalu menghindar Tiffany’ batin Taeyeon.

“Kau akan kekantin juga ?” Suara Jessica menyadarkannya.

“Ah.. ya. Mau pergi bersama?”

“Ayo!”

Sesampainya dikantin ia baru saja akan menghampiri Tiffany, tapi ketika gadis itu melihatnya ia malah langsung membereskan makannya dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Taeyeon. Taeyeon hanya bisa melihat gadis itu yang perlahan menjauh dan hilang dari pandangannya. Ia menghela nafasnya. Tiba tiba saja ia merasa seseorang menarik tangannya.

“Kau tidak makan ?” Tanya Jessica yang melihat Taeyeon diam saja dari tadi. Keduanya kini sedang duduk di tempat yang sebelumnya ditempati oleh Tiffany.

“Ah.. itu. Sebenarnya aku tidak lapar” ucap Taeyeon.

“Jadi kau hanya akan duduk disini ?” Tanya Jessica lagi.

Taeyeon mengangguk.

“Menonton aku makan ?”

Taeyeon mengangguk lagi.

“Useless” umpat Jessica sambil memakan makanannya.

“Aku mendengarnya” jawab Taeyeon.

Tiba tiba saja suasana kantin menhadi ricuh saat ada Yuri dan Yoona kesana. Para siswa yang lain mulai mengerubungi mereka dan memotret menggunakan ponsel mereka. Jessica menatap Yuri yang kini sedang bersama Yoona. Ia terus melihat Yuri tapi saat Yuri melihatnya dan tersenyum ia langsung membuang muka dan kembali fokus memakan makanannya.

“Kau mengenalnya ?” Tanya Taeyeon yang sedari tadi mmperhatikan mereka berdua. 

“Kami satu kelas.” Balas Jessica yang masih sibuk dengan makanannya.

“Ahh..” Taeyeon mengangguk mengerti.

“Aku sudah kenyang. Apa kau masih ingin disini ?” Tanya Jessica yang sudah beranjak dari duduknya dan merapihkan bekas makannya. 

“Tidak. Aku ikut denganmu.” 

Jessica berjalan lebih dulu untuk menyimpan piring kotor bekasnya diikuti Taeyeon. Tanpa mereka sadari dua pasang mata sedang memperhatikan mereka. 

“Apa dia gadis yang tempo lalu bersamamu ?” Tanya Yoona sambil makan.

“Bukan urusanmu.” Jawab Yuri dingin 

“Aku anggap itu sebagai jawaban Ya”

“Apa kalian berdua pacaran ?”tanyanya lagi.

“Sudah kubilang. Bukan urusanmu”

“Aku anggap itu sebagai jawaban ….. ” Yoona menggantung perkataannya.

“Kau menyukainya ? Apa kau cemburu ia beraama orang lain ?” Lanjutnya.

“Terserah kau.” Yuri membersihkan makanannya yang tak tersentuh kemudian beranjak.

“Kau mau kemana ?” Tahan Yoona.

“Kelas.”

“Apa kau melupakan sesuatu ?”

Yuri menatap Yoona dengan bingung.

“Kau lupa dengan ‘kita’ ?” Tanya Yoona ia lantas membereskan bekas makanannya juga dan pergi mengikuti Yuri. 

–   To Be Continue –

Akhirnya lanjut juga. Nulis sambil nunggu teaser kambek 😭😭😭😭

YOU GUYS READY ? THE QUEENS ARE BACK!!! 

Terimakasih untuk teman teman yang komen mohon maap belum balas satu satu.
See You!

IN THE MIDDLE OF BREAKUP 3

 

*BRAK*

“KWON YURI!!!!”

Tiffany membuka pintu kantor Yuri dengan keras, ia lantas menghampiri Yuri yang sedang fokus pada layar komputer didepannya.

“Tiffany ? Apa yang kau lak-”

*BUG* tanpa menunggu Yuri menyelesaikan pertanyaannya, Tiffany langsung menghujani Yuri dengan pukulan pukulan ke kepala Yuri dengan tasnya.

*Pak*pak*pak*
“YA! Ouch! Yah! Ya! Ouch!”

“YA! YURI-AH! KAU HARUS SADAR!” tanpa menghentikan pukulannya, Tiffany terus memarahi Yuri yang tak tahu apa apa 

“Ppany-ahh ppany-ah…” Taeyeon yang datang dengan nafas nya yang tersenggal senggal karena ia berlari mengejar Tiffany pun memeluk kekasihnya itu. 

“Tenang Ppany-ahh… tenang”

“YA!! APA MAKSUDMU ? KENAPA KAU MEMUKULKU ?!” Marah Yuri menunjuk Tiffany yang kini ada di pelukan Taeyeon.

Taeyeon mengisyaratkan Yuri untuk diam, sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi karena kekasihnya ini.

“KAU MASIH BERTANYA PADAKU ? TSK. ”

Tiffany menyingkirkan Taeyeon yang sedang memeluknya ia kembali mengguncang tubuh Yuri, berharap laki-laki itu akan sadar.

*Slap* “Apa yang kau lakukan pada Jessie ?” Tiffany menampar Yuri. Mendadak wajah Yuri berubah jadi dingin. 

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Jika kau hanya ingin menanyakan sesuatu tidak penting, kau bisa keluar sekarang. Aku sangat sibuk.” Ucap Yuri yang kembali fokus pada laptop nya. Tiffany mengepalkan tangannya. 

*BUGH*

“Ppany-ahh… ” Taeyeon mencoba menahan Tiffany yang baru saja memukul Yuri hingga tersungkur dari kursinya.

“Dasar bodoh!! Kenapa Jessie harus jatuh cinta pada makhluk seperti kau Yuri!!”

“Jessie menangis karena kau!! Dan kau meninggalkannya begitu saja ?! kau memang seorang pengecut! Harusnya aku menahan dia waktu itu agar dia menolakmu!”

Tiffany baru saja akan pergi tapi suara Yuri menahannya.

“Kenapa kau harus menyalahkanku ? Dia bahkan sudah punya kekasih baru…” ucap Yuri.

Taeyeon mengusap punggung Tiffany, agar kekasihnya itu tak hilang kendali. Memang butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi Yuri dan ke-keras kepala-annya.

“APA KAU SEBODOH ITU UNTUK PERCAYA DIA SUDAH MEMILIKI KEKASIH BARU ?!”

“DIA YANG MENGATAKANNYA SENDIRI TIFFANY!! DIAA!!”

“AKU BAHKAN BERENCANA UNTUK MELAMARNYA. TAPI NYATANYA ?!DIA BERSAMA LAKI LAKI LAIN…”Lanjut Yuri.

Taeyeon dan Tiffany sama sama terkejut.

“Apa yang barusan kau katakan ?” Tanya Taeyeon. 

“Kau? Melamar ? Siapa ? Jessie ?” Lanjut Tiffany. 

Yuri duduk dikursinya, ia mengambil nafas dalam dalam. Ia mulai menceritakan semuanya pada Tiffany dan Taeyeon. Ide dan rencananya melamar Jessica. 

*pak*

“Kenapa kau senang sekali memukul kepalaku!” Ucap Yuri saat Tiffany kembali memukul kepalanya.

“Kau memang bodoh Kwon Yuri!”

Taeyeon mengangguk setuju. “Asal kau tahu, Jessie tidak pernah memiliki kekasih selain kau Yuri.” Lanjut Tiffany.

“Tapi dia sendiri yang mengatakannya…”

“Dan kau mempercayainya ?!”

“Aku percaya karena dia keka…” Yuri menghentikan ucapannya mengingat kini ia dan Jessica bukan sepasang kekasih lagi.

“Sungguh Yul, Jessie tidak memiliki kekasih selain kau..”

“Tapi, laki laki itu …” 

“Biar kutanyakan pada Jessie, nanti. Sekarang. Kau harus memperbaiki hubunganmu dengan Jessie.”

“Aku tidak habis pikir… Kenapa Yuri begitu bodoh”

“Ppany-ahh, sayang, bisakah kita tidak membicarakan mereka ?” Taeyeon menghentikan makannya saat ia mendengar Tiffany mengomel sambil meminum juice strawberry miliknya. 

“Tidak.. aku hanya kesal saja pada Yuri..”

“Sayang. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka. Yuri dan Jessica sudah dewasa, sama seperti kita.”

“Taetae-ya.. aku senang melihat Jessica akhirnya akan dilamar Yuri. Walaupun, ia dilamar si hitam kwon.. ” ucap Tiffany tiba tiba sambil menangkupkan tangannya pada pipi.

“Apa kau mempercayai si hitam Kwon ?” Tanya Taeyeon,kemudian menggenggam tangan Tiffany.

“Tentu saja! Dia adalah temanku dan kekasih sahabatku. Aku harus mempercayainya.mungkin sebelumnya, dia masih mencari seseorang yang tepat. Makanya dia menjadi player” Tiffany tersenyum.

“Tapi aku mempercayainya.!”

Taeyeon terdiam. Masih menggenggam tangan Tiffany, mengusapnya lembut.

“Tae… ada apa ?” Tanya Tiffany melihat mimik muka Taeyeon yang berubah menjadi serius.

Taeyeon meraih handphone nya dan menunjukkan foto seseorang.

“Nana, sudah kembali…” ucap Taeyeon khawatir.

Tiffany melihat foto itu dengan tidak percaya. 

Dua hari telah berlalu dari kejadian Tiffany melabrak Yuri dikantornya.

Yoona dan Sooyoung kini sedang menatap Yuri dengan ekspresi memohonnya.

“Oh. Ayolah Syoo.. Yoong.. bantu aku sekali ini saja…” ucap Yuri serius. 

“Apa yang kau akan tawarkan pada kami sebagai imbalan ?” Sooyoung menatap Yuri dengan tatapan menyelidik sambil memakan cornchips miliknya.

“Apa kau sedang meminta imbalan padaku?”

*bug*

Yoona melempar bantal sofa berbentuk persegi yang sedari tadi didekapnya.

“Ya!”

Yoona menatap Yuri. 

“Tentu saja Yuri oppaku yang pintar. Tidak ada yang gratis didunia ini.” Yoona memasang wajah imutnya dengan sarkastik.

“Yah kau meminta imbalan pada sahabatmu huh ? Kau juga Yoong ? Kau ini adikku!!” Yuri menunjuk Sooyoung lalu Yoona.

“Business is Business” jawab Sooyoung yang mendapat anggukan Yoona. 

“Ok. Fine. Aku akan mentraktir kalian makan selama satu bulan! Deal?”

“Dua bulan! Deal.” Jawab Sooyoung.

“Aku setuju. Dan mengantar jemputku ke kampus.” Tambah Yoona. 

“Apa?! Itu berlebihan! Lagipula aku hanya meminta kalian untuk memantau Jessica dan mempersiapkan surprise untuknya…”

“Terserah kalau oppa tidak mau. Aku tidak memaksa..”

Sooyoung mengangguk setuju, Yoona dan Sooyoung pura pura akan beranjak dari duduknya tapi tertahan oleh suara Yuri.

“Oke. Deal!” Ucap Yuri.

Mereka bertiga pun saling berjabat tangan dengan senyum kemenangan diwajah Sooyoung dan Yoona.

“Jadi kita mulai dari mana ?” Tanya Yoona yang kini sedang mengamati Jessica yang baru keluar dari kantornya.

“Entahlah. Apa kita perlu melakukan ini ?” Tanya Sooyoung malas.

“Ahh… aku sangat lapar…” ucap Yoona menyandarkan badannya di kursi mobil milik Sooyoung.

Sooyoung menatap Yoona, mereka saling bertatapan dan tersenyum ‘memikirkan hal yang sama’ Yoona mengangguk dan tanpa pikir panjang, Sooyoung langsung menancap gas mobilnya mereka melesat kencang menuju tempat tujuan mereka.

“MAKAAAAAAANNNN” Teriak Yoona dengan bahagia.

Yuri sedang menatap foto – foto yang ada diponselnya, ia terus melihat foto tersebut satu persatu. Album foto diponselnya hanya menampilkan satu orang, gadis dengan rambut kecoklatan, ia tersenyum melihat berbagai ekspresi dari gadis yang sangat ia sayangi itu. 

***flashback

“Ssst… ” Yuri melempar kertas kecil pada gadis yang kini duduk didepannya, serius memperhatikan guru yang sedang mengajar.

Gadis itu berbalik yang dibalas Yuri dengan senyum manis yang dibuat-buat membuat gadis itu mual. Yuri menyuruhnya untuk mengecek kertas kecil yang dilemparnya tadi.

    ‘Temani aku jalan nanti!’ Tulisnya, membaca permintaan Yuri yang terbaca seperti perintah itu membuat sang gadis mengabaikannya. Tanpa kehabisan akal,Yuri terus mengganggu gadis itu, menendang pelan kursinya dari bawah meja sampai bunyi bel istirahat tiba. Guru pun mengakhiri penjelesannya dan segera keluar kelas.

“Ya! Kwon Yuri! Bisakah kau berhenti menggangguku ?!”

Yuri menarik gadis itu tanpa menghiraukannya.

“Ikut aku” ucapnya sambil terus menyeret gadis itu.

Gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya dengan tangan yang masih diseret Yuri membuat Yuri juga berhenti.

“Ada apa ?” Tanya Yuri. 

“Aku tidak mau ikut!” Ucapnya.

“Mwo?!”

“Kau pergi saja sendiri! Aku tidak mau ikut!” 

“Ya! Jessica Jung! Apa kau lupa, apa yang sudah aku lakukan untukmu ?” Tanya Yuri pada gadis itu.

“Ya! Kau hanya menolongku! Lagipula itu sudah satu tahun yang lalu! Kenapa kau masih memanfaatkanku?!” Kesal Jessica.

“Kau tidak lihat ?! Hidungku ? Lihat ini lihat! Masih patah karena apa? Karena menolongmu!” Ucap Yuri yang membuat Jessica tak bisa melawannya lagi. Mau tak mau Jessica harus mengikuti Yuri.

Jessica dan Yuri bukanlah sepasang kekasih, Alasan mengapa hidung Yuri patah adalah karena pada suatu hari ia menolong gadis itu yang sedang diganggu para preman di halte bus,dengan sok jagoannya Yuri menghajar tiga preman mabuk yang mengganggu Jessica,walaupun akhirnya ia harus babak belut juga. Dari situ, Jessica merasa sangat berterina kasih pada Yuri, dan dengan tidak tahu dirinya, Yuri malah memanfaatkan Jessica, menyuruhnya ini itu dan jika Jessica menolak, Yuri akan selalu beralasan jika tulang hidungnya patah karena menolong gadis itu.

Kini Yuri dan Jessica sedang berada di taman bermain di korea, mereka membolos sekolah demi ‘Yuri’.

“Ya!!Yuri kenapa kita harus kemari ? Aku ingin belajar!” Ucap Jessica.

“Tenang saja.. kita harus sedikit bersenang-senang Sica-ah”

“Apa kau bilang ?! Bersenang-senang ? Kau gila?! Kita ini siswa tingkat akhir Yuri! Sebentar lagi kita akan menghadapi ujian akhir Dan kau bilang bersenang senang ?!”

“Ya! Kau ini kenapa selalu marah marah padaku ?! Tenang saja! Ujian akhir bukan hal yang perlu kau khawatirkan” Yuri kembali menarik Jessica menuju wahana wahana yang ada disana.

“Woah! Aku sangat senang” ucap Jessica saat mereka baru saja menaiki wahana perahu yang membawa mereka melihat lihat berbagai boneka didalamnya.

“Kau senang ?” Tanya Yuri tersenyum.

“Ya. Senang” Jessica tidak bisa menyembunyikan senyumnya. 

*cekrek* Yuri memotret Jessica dengan hpnya tanpa Jessica ketahui.

‘Manis’ ucapnya dalam hati. Ia tersenyum melihat Jessica yang sedang tersenyum.

“Sica-ah! Kau mau es krim ? Aku yang traktir!” Ucap Yuri.

“JOAH!” Jessica langsung lari menuju kedai es krim tak jau dari mereka berdiri, seharian itu mereka menghabiskan waktu berdua. Menaiki beberapa wahana melupakan sejenak stres mereka dengan urusan sekolah. Hidup dengan sebebas – bebasnya tak memikirkan hari esok hingga larut malam.


Flashback end***



                      -To Be Continue-