IN THE MIDDLE OF BREAKUP 4

Jessica kini terdiam di kamarnya, ia sangat lelah secara mental dan fisik. Memejamkan matanya, tiba tiba saja ia mengingat Yuri. Laki laki itu… 

‘Kenapa kau meninggalkanku ?’ Lirih Jessica. Tak terasa sebulir airmata kini jatuh dari pelupuk matanya. Ia sangat merindukan Yuri. Sangat.
***flashback

‘Never Run no matter how late you are’ ucap Jessica saat melihat jam ditangannya menunjukan pukul 9. Hari ini adalah hari pertama Jessica memasuki bangku kuliah, tapi dengan santainya ia malah terlambat dan Tuhan tahu seberapa besar Jessica membenci berlari.

“Maaf pak, saya terlambat.” Ucap Jessica dengan santai.

Dosen yang sedang mengajarpun melirik jessica dan menyuruhnya untuk duduk. Jessica mengedarkan pandangannya saat melihat seseorang dengan senyum menyebalkan melambaikan tangannya dengan usil. Orang itu mengusir seseorang yang duduk didepannya untuk pindah dan menyiruh Jessica menempati bangku kosong itu. Ia berusaha mengabaikan orang itu dan kembali mencari bangku kosong lainnya, sebelum ia menemukan kursi kosong yang lain sang dosen menyadarkan Jessica dengan berdehem dan menyuruhnya untuk segera duduk. Mau tak mau Jessica pun menempati bangku tersebut. 

‘Hai’ sapa orang itu. Jessica mengabaikannya dan hanya memperhatikan dosen yang sedang serius mengajar. Sampai akhir pelajaran, orang itu masih terus mengganggu Jessica membuat Jessica muak dengan tingkahnya. 

“YA! KWON YURI! BISAKAH KAU BERHENTI MENGGANGGUKU ?!” Marah Jessica yang membuat para mahasiswa di kelas memperhatikan mereka.

Yuri menunjuk dirinya.

“Aku ?” tanyanya.

“Ya.jelas kau. Kwon Yuri. Sipa lagi disini yang memiliki nama Kwon Yuri.”

“Aku hanya menyapamu karena kita ini satu sekolahan saja.”

“Bisakah kau menyapaku nanti saja saat dosen selesai mengajar ?” Jessica benar benar marah saat ini.

“Oke. Aku minta maaf.” Yuri menundukan kepalanya.

Jessica membereskan barang-barangnya beranjak pergi dari kelas menunggu kelas berikutnya yang masih beberapa jam lagi. 

Ia berhenti berjalan dengan mendadak membuat seseorang yang mengikutinya menabrak tubuh belakang  Jessica tanpa sengaja.

Jessica menarik nafasnya dalam dalam 

“Sekarang. Kenapa kau mengikutiku ?” Ia membalikkan tubuhnya pada Yuri.

“Aku tidak punya teman. Kau satu satunya orang yang aku kenal disini. Jadi aku mengikutimu”  jawab Yuri dengan ekspresi melas yang dibuat buat.

“Ahh… teman… ” Jessica melipat tangannya.

Yuri mengangguk.

“Bukankah dia itu temanmu ‘Sejak masih dalam perut ibu'” ucap Jessica menunjuk Sooyoung yang sedang memperhatikan mereka dari jauh.

“Sooyoung ? A-aku tidak tahu jika dia pergi kuliah disini juga. ” ucap Yuri.

“Benarkah ? “

“Aku berani bersumpah.” Yuri membentuk tanda peace dengan tangannya.

“Tapi Syoo bilang bahwa ‘teman sejak dalam perut ibu’ nya yang memaksa dia untuk kuliah disini…” ucap Jessica.

“K-kau mengenalnya ?” Kaget Yuri.

“Apa kau masih berani bersumpah ?”

Yuri terdiam.

“Ergh…” kesal Jessica.

“Asal kau tahu orang yang kau sebut ‘teman sejak dalam perut ibu’ itu adalah sepupuku.!!” Lalu ia pergi meninggalkan Yuri yang kini menatap nya tak percaya dengan ucapannya barusan. 


*** flashback end.

“Kau menyebalkan!” Ucap Jessica. Ia memukul gulingnya melampiaskan kekesalan yang ia pendam selama ini.

‘Tapi aku mencintaimu’.


“JESS-” Jessica menghapus airmatanya saat mendengar Tiffany memanggilnya.

“Ya! Kau menangis ?” Tanya Tiffany.

“Ya! Bisakah kau mengetuk pintu dulu?” Jessica tak menghiraukan pertanyaan Tiffany. 

“Answer me first Jessie!” Ucap Tiffany.

“Ada apa kau kemari ?” Jessica masih tak menghiraukan pertanyaan Tiffany.

“Sleep over ?!” Tanya Tiffany sambil menunjukan sebotol sampanye yang ia sembunyikan tadi.

“Daebak! Nice offer Ppany-ah” ucap Jessica menirukan gaya Taeyeon. 

“Kajja!” Ucap mereka bersamaan.

Tiffany dan Jessicapun meminum sampanye nya dan saling berbagi cerita hingga mereka tak sadarkan diri.

 

 

Pagi pagi sekali Yuri sudah ada di depan apartemen Jessica. Ia kembali membuka pesan yang Tiffany kirim sebelumnya.

          ‘aku membuat Jessica tak sadarkan diri. Ia semalaman mabuk. Lakukan sesuatu. Aku membantumu karena ingin kau membuktikan padaku ucapanmu waktu itu.’ Tulisnya.

 Yuri menarik nafasnya dalam dalam memeriksa soup yang ia buat untuk Jessica tadi. Ia menekan bel pintu Jessica yang tak mendapat respon. Ia bisa saja masuk mengingat ia sudah mengetahui password apartemen ‘mantan’ kekasihnya itu. Tapi ia ingin menghargai Jessica dan bertindak sopan. 

Jessica terbangun saat mendengar suara bel apartemennya berbunyi. 

“Tiffany..” panggilnya dengan mata yang masih tertutup. Tak mendapat respon ia lantas membuka matanya dan mendapati Tiffany tak berada disampingnya. ‘Apa ia sudah pergi?’ Tanyanya pada diri sendiri. Ia lantas bangun dan mendapati kepalanya yang sangat pusing akibat mabuk semalaman. ia mengecek handphonenya dan membaca pesan dari Tiffany yang memberi tahu kalau Taeyeon menjemputnya dan sebagai gantinya ia mengirimkan seseorang untuk menemani Jessica pagi ini. Suara bel yang terus berbunyi membuat Jessica sadar walaupun tak sepenuhnya. Ia beranjak dan mendumel kesal dengan tamu yang datang sepagi ini.

Jessica membuka pintu tanpa melihat intercom. Ia terdiam saat melihat seseorang didepannya dengan senyum yang sangat ia rindukan itu.

Ia menatap lekat seseorang didepannya.

“Hai.!” Ucap Yuri canggung.

“Apa aku masih mabuk ?” Tanya Jessica dan mencubit pipinya.

‘Sakit’ ia lantas teringat dengan pesan Tiffany. Apa dia orangnya. Saat ia sadar sepenuhnya ia langsung membanting pintu menutupnya. Ia memegang dadanya. Rasa rindu yang tertahan pada orang itu semakin membuncah membuat jantungnya berdebar. 

‘Apa yang harus aku lakukan?’

“Jes-” sebelum Yuri selesai mengucapkan kata katanya Jessica memotongnya dan berteriak.

“Tunggu disana sebentar!” Ucap Jessica lalu ia berlari meuju toilet untuk membersihkan mukanya dan mengganti baju dengan baju yang lebih pantas.

Ia kembali menarik nafasnya sebelum membuka pintu dan menyuruh Yuri masuk. 

Yuri langsung menuju dapur apartemen Jessica, membuat Jessica sang tuan rumah hanya mengikutinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Yuri langsung menyiapkan soup yang sudah ia buat sebelumnya dan memberikan itu pada Jessica. 

“Ini akan membuatmu lebih baik” ucap Yuri lalu menyuruh Jessica duduk di meja makan.

“Apa yang kau lakukan disini Yuri ? Sepagi ini ?” Tanya Jessica memberanikan diri.

“Menemanimu. Tentu saja. ” ucapnyalalu tersenyum dan duduk di kursi yang lain.

“Apa Tiffany menyuruhmu ?” Tanya Jessica lagi.

“Jika aku bilang aku yang memintanya. Apa kau akan memakan soup itu ?” Tanya Yuri kembali. 

Jessica tak mengeluarkan sepatah kata lagi dan langsung memakan soup yang Yuri buat untuknya. Jujur saja ia sangat senang saat ini dan ia memilih diam dan menikmati setiap waktu yang ia habiskan dengan Yuri yang kini terus menatapnya. Ia sangat merindukan tatapan itu.

‘Jika ini mimpi. Jangan bangunkan aku dulu Tuhan’ doanya dalam hati sambil terus memakan soupnya.

“Apa kau masih akan disini ?” Tanya Jessica. Keduanya kini sedang terdiam menonton tv. Dengan duduk saling berdampingan. 

“Karena hari ini hari libur. Sebenarnya aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.” Ucap Yuri.

“Kau mau ?” Lanjutnya lagi.

“Kemana ?”

“Rahasia! Apa kau tak ada acara hari ini ?” Tanya Yuri lagi berharap Jessica  ingin ikut dengannya. 

Jessica pura pura berpikir. Jelas saja ia akan menerima tawaran Yuri.

“Oke. Aku akan siap siap dulu” ucapnya yang dibalas anggukan oleh Yuri.

 

“Ayo kita berangkat. Aku sudah siap” ucap Jessica keluar dari kamarnya.

Yuri menatap Jessica tanpa berkedip. Jessica berdandan dengan seperti biasanya tapi entah kenapa ia membuat jantung Yuri berdetak lebih cepat. Rasanya seperti ini adalah kencan pertama mereka. 

“Yuri ?” Tanya Jessica yang menyadarkan Yuri.

“A-ah.  Ayo. ”

– 

Kini keduanya sedang dalam perjalanan, Jessica sangat familiar dengan jalan ini. Kini ia sudah tahu kemana Yuri akan membawanya

“Kau masih ingat tempat ini ?” Tanya Yuri, kini keduanya sedang menikmati pemandangan dipinggir pantai. Jessica menatap lurus kedepan merasakan angin yang menghantam wajahnya membiarkan rambutnya berterbangan dengan bebas.

Ia mengangguk.

“Aku tidak akan pernah lupa” jawabnya dengan masih menutup matanya.

“Apa kau tak merasa canggung denganku ?”

Pertanyaan Yuri membuat Jessica mengalihkan perhatiannya pada laki laki itu.

“Maksudku, aku minta maaf” koreksi Yuri.

“Untuk apa ?”

“Semuanya. Kesalahan yang sudah aku perbuat.”

Keduanya kembali terdiam. Keheningan kembali menyelimuti suasana mereka.

“Jessica”

“Hm..”

“Kenapa kau tidak bertanya kemana aku selama beberapa bulan ini”

Jessica terdiam.

“Apa kau tak penasaran, apa yang aku lakukan selama aku tak menghubungimu ?” Tanya Yuri lagi.

“Sebenarnya…” lanjut Yuri.

“Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu” 

Jessica menatap Yuri.

“Apa ?”

Yuri meraih kotak cincin disaku celananya.

“Apa kau ma-”

*RING*RING*RING*

Ucapan Yuri terpotong saat ponsel Jessica berbunyi, ia mengangkat telpon.

“Ya ? Soojung-ah”

“Apa ?!”

“Dimana kau sekarang?!”

“Aku akan kesana sekarang juga.” Jessica terdengar panik.

“Ada apa ?” Tanya Yuri.

“Appa… ” Jessica menangis.

“Tuan Jung ? Apa yang terjadi Sica-ah?”

“Appa.. masuk rumah sakit” Jessica menangis.

“Apa yang harus aku lakukan ?” Tanyanya panik. Yuri segera memeluknya.

“Tuan Jung akan baik baik saja Sica. Aku akan menemanimu ke rumah sakit” Yuri menenangkan Jessica, menuntunnya menuju mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Jessica. Ia lantas mengemudi mobilnya kembali ke Seoul.

Sesampainya di rumah sakit Jessica langsung menuju ruangan dimana ayahnya dirawat.

Yuri mengikutinya dibelakang, memastikan Jessica baik baik saja.
                     To Be Continue

Maap gaes telat update. Minggu depan inshaallah deh tepat waktu uplodnya. Niatnya sih pengin apdet setiap kamis / jumat. 
So, how is it ?
Ehhh btw uda pada denger HOLIDAY NIGHT kan ? Mana lagu favorite kalian ? Tulis di komen ya.

Kalo gue sih untuk tittle tracknya All Night. Sebenernya lagu di album baru ini bagus semuaaaaa huhu. Sampe bingung milih mana yang favorite. 😭😭😭

Advertisements